Gagal Bayar Surat Utang, BEI Lanjutkan Suspensi Saham WIKA
:
0
Logo usaha WIKA
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan sementara perdagangan saham PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) di seluruh pasar mulai sesi I perdagangan Senin, 3 November 2025.
Dalam pengumuman resmi BEI, disebutkan langkah suspensi ini dilakukan karena emiten konstruksi pelat merah tersebut tidak memenuhi kewajiban pembayaran kupon dan/atau pokok kepada para pemegang efeknya.
“Penghentian sementara perdagangan efek PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. dilakukan karena tidak memenuhi kewajiban pembayaran kupon dan atau pokok,” tulis BEI dalam pengumuman yang ditandatangani oleh Bima Ruditya Surya, Plh. Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2.
Dengan keputusan ini, perdagangan saham WIKA disuspensi di seluruh pasar, baik reguler, tunai, maupun negosiasi. Suspensi ini merupakan kelanjutan dari penghentian sementara sebelumnya yang telah dilakukan bursa terhadap saham WIKA.
BEI mengimbau para pihak yang berkepentingan untuk senantiasa memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan.
Sebelumnya PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mengumumkan kondisi terkini terkait kesiapan dana pembayaran jatuh tempo Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Wijaya Karya Tahap I Tahun 2022 Seri A yang akan jatuh tempo pada 3 November 2025.
Corporate Secretary WIKA, Ngatemin dalam suratnya yang disapaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan bahwa perusahaan menghadapi keterbatasan kas bebas (unrestricted cash) untuk memenuhi kewajiban pokok pembayaran sukuk tersebut.
Ngatemin menjelaskan, kondisi ini dipicu oleh penurunan kinerja industri konstruksi nasional akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, yang berdampak langsung pada turunnya perolehan kontrak baru serta penerimaan kas perseroan.
WIKA mencatat total nilai penerbitan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2022 sebesar Rp281,82 miliar, yang terdiri dari:
Seri A senilai Rp109,33 miliar (tenor 3 tahun),
Related News
Manuver Baru Grup Pelindo, Dirut IPCC Pindah ke Pelindo Multi Terminal
IDPR Salurkan Dividen 38 Persen Laba, Cum Date 29 Juni 2026
BCAP Dapat Izin Right Issue dan Private Placement Jumbo
Dapat Restu, MDKA Kebut Private Placement 2,44 Miliar Lembar
MAPI Bagi Dividen Rp10 per Lembar, Telisik Jadwalnya
CSIS Siap Tabur Dividen Rp5,48 Miliar, Simak Jadwalnya!





