Nanti menu yang akan disajikan oleh hotel adalah menu UMKM binaan dari PP Sinergi Banjaratma, agar dari packaging, rasa bisa masuk standar hotel ini dengan operasional diserahkan kepada swiss bell. Jadi sebelum masuk ke hotel sudah ada cek kualititi dari PP Sinergi Banjaratma, Bayangkans aja luas rest area kami ini ada 10,6 hektar dengan UMKM terbanyak se Indonesia.

 

Kerjasama ini sebagai upaya untuk memperkuat UMKM di kami yang saat ini ada 175 agar memiliki market yang lebih luas dan memiliki standar yang lebih tinggi agar naik kelas. “Saat ini kerjasama antara PP Sinergi Banjaratma dan KDTN sudah masuk tahapan proses desain dan perizinan kepada pemerintah,” ujar Dina.

 

Senada dengan Direktur KDTN, Dina juga menyatakan bahwa rest area yang dikelolanya ini merupakan titik lelah para pengendara mobil dari berbagai arah dengan trafik yang bisa mencapai 20 ribu kendaraan beristirahat di tempatnya jika libur panjang, Bus bisa mencapai 300. Pada hari-hari biasa bisa 2.500 kendaraan roda empat dan pada hari Sabtu-Minggu bisa 6.500 kendaraan.

 

Masuknya Puri Sentul Permai (KDTN) dengan berbagai pengalamannya ini akan menjadi traffic puller sehingga sinergi ke UMKM bisa lebih baik lagi. Nantinya KDTN ini akan menjadi full support bagi UMKM karena semua menu mereka, hal ini tertuang dalam perjanjian yang menyatakan bahwa menu di hotel adalh dari UMKM binaan PP Sinergi Banjaratma namun dengan penyesuaian yang memenuhi karakter hotel.

 

Kehadiran Puri Sentul Permai (KDTN) akan menambah perputaran perekonomian di wilayah Bulakamba ini, dimana para pekerja nantinya memang berasal dari wilayah sekitar. Tentunya juga akan menambah pendapatan daerah Kabupaten Brebes dari rest area Kami. “Dipilihnya Puri Sentul Permai (KDTN) sebagai mitra dalam bisnis hotel di rest area ini karena komitmennya untuk melestarikan konsep heritage yang sudah ada saat ini dengan segala nilai klasiknya, serta memiliki manajemen profesional dalam bisnis perhotelan di rest area,” tutup Dina.