EmitenNews.com - Transformasi kinerja PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) di sepanjang 2025 mencatat perubahan signifikan. Emiten Prajogo Pangestu itu mampu membalik posisi rugi menjadi laba jumbo dalam satu tahun periode berjalan.

Berdasarkan laporan keuangan Perseroan, Kamis (26/3/2026), diketahui laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas mencapai USD1,09 miliar pada 2025 secara year on year (yoy), berbalik arah dari tahun sebelumnya dengan catatan rugi sebesar USD68,6 juta.

Lonjakan bottom line ini sejalan dengan akselerasi pendapatan yang melesat hampir empat kali lipat. TPIA membukukan pendapatan sebesar USD7,02 miliar, naik 294,38 persen yoy dari USD1,78 miliar di tahun sebelumnya, ditopang integrasi bisnis pasca akuisisi serta ekspansi pada sektor energi, kimia, dan infrastruktur seperti Pabrik CA-EDC di Cilegon.

Namun di balik lonjakan tersebut, tekanan biaya masih membayangi. Beban operasional, terutama dari bahan baku dan produksi, mencapai USD7,06 miliar, disertai kenaikan beban umum dan administrasi menjadi USD272,57 juta. Meski begitu, tambahan pendapatan keuangan sebesar USD122,37 juta serta kontribusi entitas asosiasi menjaga profitabilitas tetap solid.

Secara keseluruhan, laba sebelum pajak tercatat USD1,29 miliar, berbalik dari rugi USD90,94 juta pada tahun ssebelumnya.

Dari sisi neraca, total asetnya melonjak 117,67 persen yoy menjadi USD12,32 miliar dari USD5,66 miliar. Di saat yang sama, liabilitas ikut membengkak 181,62 persen yoy menjadi USD7,66 miliar dari USD2,72 miliar, mencerminkan agresivitas pembiayaan ekspansi. Sementara itu, ekuitas meningkat 58,16 persen yoy menjadi USD4,65 miliar dari USD2,94 miliar.

Andre Khor, Chief Financial Officer Chandra Asri Group, mengatakan, “Kami tetap fokus dalam mendorong tiga pilar strategis, Energi, Kimia, dan Infrastruktur, serta menempatkan keberlanjutan sebagai inti dari pertumbuhan untuk menciptakan nilai jangka panjang.”

Andre optimistis memasuki tahun 2026 dengan momentum kuat kinerja operasional serta kontribusi awal dari berbagai inisiatif strategis terbaru.

Ia juga menambahkan, “Meskipun kondisi pasar tetap dinamis, platform terintegrasi dan disiplin eksekusi kami menempatkan kami pada posisi yang baik untuk membukukan kinerja yang tangguh pada kuartal pertama serta berkelanjutan ke depan.”

Beriringan dengan terbitnya pembukuan keuangan tahun penuh 2025 ini, pada perdagangan Kamis (26/3) saham TPIA tercatat menurun 3,81 persen naik 200 poin di level/posisi Rp5.050.