Ganti Direksi, RMKE Target Volume Jasa Logistik 12,7 Juta Ton
:
0
Salah satu kesibukan di area pertambangan milik perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - RMK Energy (RMKE), perusahaan penyedia jasa logistik batu bara terintegrasi, hari ini sukses menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Bertempat di Wisma RMK, Jakarta. Rapat ini dihadiri jajaran lengkap dewan komisaris, dan direksi perseroan. Agenda utama rapat kali ini perubahan susunan pengurus untuk memperkuat tata kelola, dan kinerja keuangan di masa mendatang.
Hasil rapat, para pemegang saham menyetujui pengangkatan Edwin Tedjasukmana sebagai direktur perseroan. Edwin merupakan profesional dengan rekam jejak panjang, solid bidang keuangan, dan akuntansi. ”Penguatan tim jajaran direksi salah satu strategi mendukung rencana jangka panjang perseroan terutama pada aksi korporasi di masa depan,” tegas Vincent Saputra, Direktur RMK Energy.
RMKE akan fokus melakukan ekspansi peningkatan aksesibilitas logistik dengan menambah konektivitas hauling road menuju tambang-tambang potensial di Muara Enim, dan menarget 4-5 customer baru tahun ini. “Kami makin optimis dengan 3 customer baru yang telah bergabung pada penutupan tahun 2025,” imbuhnya.
Tiga customer baru tersebut yaitu PT Wiraduta Sejahtera Langgeng (WSL), PT Duta Bara Utama (DBU), dan PT Menambang Muara Enim (MME). Dengan tambahan customer baru tersebut, perseroan menargetkan volume angkutan jasa logistik sebesar 12,7 juta ton batu bara pada 2026.
Menyusul keputusan tersebut, susunan anggota dewan komisaris, dan direksi perseroan terhitung sejak penutupan RUPSLB pada 2026 menjadi sebagai berikut. Susunan dewan komisaris yaitu Komisaris Utama Tony Saputra, Komisaris Independen F. Saud Tamba Tua, dan Komisaris Independen Rokhmad Sunanto.
Lalu, susunan direksi meliputi Direktur Utama Vincent Saputra, Direktur William Saputra, Direktur Edwin Tedjasukmana, Direktur Indra Mulia Aliwarga, dan Direktur Sugiyanto. (*)
Related News
Blue Bird (BIRD) Raup Pendapatan Rp1,45 Triliun Q1-2026, Cek Detailnya
ASII Kemas Laba Rp5,85 Triliun, Susut 15,58 Persen Kuartal I 2026
BBCA Mulai Eksekusi Buyback Saham, Segini Nilai Maksimumnya
Bukti GoPay Telah Jadi Mesin Pertumbuhan dan Laba GoTo, Cek Ya
Penjualan Q1-2026 HMSP Terpangkas Laba Malah Naik, Ini Pemicunya
Dividen Final Bank Mandiri (BMRI) Rp377 per Saham, Yield 8,4 Persen





