Ganti Nama Jadi Pantai Indah Kapuk Dua (PANI) Fokus Garap Landbank 743 Hektar
:
0
EmitenNews.com -Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk (PANI) pada Senin (19/6/2023) sepakat merubah nama perseroan menjadi PT Pantai Indah Kapuk 2 Tbk.
Sedangkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PANI Senin (19/6) siang ini menyetujui pencatatan seluruh laba bersih tahun 2022 pada pos saldo laba ditahan.
“RUPST tadi memutuskan semua laba bersih tahun 2022 dicatatkan sebagai laba ditahan. Jadi kami tidak bagi dividen,” ujar Sekretaris Perusahaan PANI, Christy Grassela dalam paparan publik di Jakarta, Senin (19/6/2023).
Untuk diketahui, dalam laporan keuangan tahun 2022 telah audit, PANI membukukan laba bersih sebesar Rp138,19 miliar dari hasil penjualan sebesar Rp872,13 miliar. Adapun saldo laba ditahan tercatat sebesar Rp139,34 miliar.
Dia menjelaskan, cadangan tanah PANI saat ini terletak di sekitar PIK 2 dengan total 743 hektar per 31 Maret 2023.
Luas lahan tersebut didominasi hak pengembangan perumahan dan komersial.
“Berdasarkan nilai buku, cadangan tanah seluas 743 hektar senilai Rp10 triliun,” kata dia.
Dia juga bilang, perseroan menargetkan pra penjualan tahun 2023 mencapai Rp2,13 triliun.
Sedangkan hingga kuartal I 2023, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp919 miliar atau melonjak 695 persen ke kuartal pertama tahun 2022.
“Hasil ini ditunjang oleh penjualan real estate, yakni dari rumah tinggal dan tanah kaveling yang melonjak tajam hingga 36 kali lipat dari kuartal pertama sebelumnya. Perlu dijelaskan, bahwa penjualan tersebut sebagian besar dikontribusikan oleh anak perusahaan PANI yang terletak di Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2),” pungkas dia.
Related News
Laba dan Pendapatan Positif, Saham SMIL Meroket 37 Persen
Medio 2026, Laba dan Pendapatan Bank Tomy Winata (INPC) Kompak Melejit
Pendapatan Naik, Laba Bersih BUMI Tembus USD58,85 Juta di Semester I
Semester I, Laba DGWG Tumbuh 93,1 Persen, dan Penjualan Rp2,39 Triliun
Tutup Semester I, Emiten Bali United (BOLA) Cetak Rugi Rp158 Miliar
Pemulihan Berlanjut, DOID Catat Pertumbuhan EBITDA Semester I 2026





