Ganti Nama, MNC Asia Holding (BHIT) Mantap Garap Bisnis Pasar Global
:
0
EmitenNews.com - PT MNC Investama bertransformasi menjadi PT MNC Asia Holding (BHIT). Itu telah mendapat persetujuan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Dengan fakta itu, MNC Asia Holding telah menjadi perusahaan multinasional.
MNC Asia Holding sebuah konglomerasi perusahaan didirikan pada 1989 oleh Executive Chairman, Hary Tanoesoedibjo. Memiliki anak perusahaan masing-masing telah menjadi pemimpin sektor media, jasa keuangan, entertainment hospitality, dan energi.
MNC Media melalui 4 TV Nasional Free To Air, yaitu RCTI, MNCTV, GTV, dan iNews milik PT Media Nusantara Citra (MNCN), berhasil mencetak rekor tertinggi pangsa pemirsa kolektif 52,2 persen slot prime-time, dan 44,8 persen slot all-time. Kedua pencapaian itu, menduduki posisi tertinggi di antara semua grup TV FTA di Indonesia.
Saat ini, MNC Media fokus meningkatkan inisiatif digital agar dapat melayani masyarakat dengan lebih baik, dan memperkuat posisi sebagai grup media paling terintegrasi di Asia Tenggara. Perseroan mengkonsolidasikan semua aset digital MNC Media di bawah PT MNC Digital Entertainment (MSIN). MSIN menjadi entitas terdepan bisnis hiburan digital unggulan, dan membentuk dasar digital kokoh bagi MNC Asia Holding dalam memenuhi kebutuhan inovasi agile, dan berbasis data.
MSIN berencana akan merilis game kompetitif First-Person Shooter (FPS), dan Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) bernama Rapid Fire, dan Fight of Legends pada semester kedua 2022. Selain itu, MSIN mengoperasikan 7 portal online dengan lebih dari 87 juta pengguna aktif bulanan, merupakan mitra resmi Youtube, Facebook, dan Tiktok, menghasilkan sekitar 1,5-2 miliar views setiap bulan.
MSIN juga menempatkan investasi strategis di TREBEL Music, layanan musik digital dengan pertumbuhan tercepat di Amerika Latin dan merupakan layanan musik berlisensi pertama yang menghadirkan pemutaran lagu sesuai permintaan, dan offline tanpa biaya kepada pengguna.
Bisnis unit media lainnya, seperti MNC Vision Networks (IPTV), juga memiliki investasi strategis di perusahaan internasional seperti Migo, platform video on-demand memungkinkan pengguna Indonesia mengunduh konten dari toko-toko lingkungan sekitar secara lokal dikenal sebagai "warung". Melalui Migo, IPTV akan mampu mempercepat digitalisasi pemirsa FTA terutama di luar kota-kota besar, memiliki isu dengan konektivitas, dan biaya data.
Pada sektor jasa keuangan, MNC Asia dengan cepat memperluas portofolio layanan keuangan industri fintech melalui MNC Kapital Indonesia (BCAP), melayani populasi digital native terus berkembang, dan meningkatkan aksesibilitas bagi underbanked.
BCAP mendirikan Motion Digital, suatu ekosistem digital menyediakan layanan berbasis transaksi, dan mengintegrasikan: MotionBanking MNC Bank (BABP), aplikasi perbankan digital. MotionTrade MNC Sekuritas, aplikasi online trading dan reksadana. Aplikasi e-money, e-wallet, transfer digital, dan poin loyalitas bernama MotionPay; dan Payment Gateway dengan brand Flash Mobile, keduanya dari MNC Teknologi Nusantara.
Anak perusahaan BCAP juga baru-baru ini meluncurkan MotionCredit, sebuah aplikasi pembiayaan digital yang lebih mudah diakses pasar ritel. MotionCredit menyediakan pembiayaan mobil, rumah, haji, dan tengah mengembangkan buy-now-pay-later (BNPL), untuk memperluas jangkauan MNC Leasing, dan MNC Finance ke pasar lebih luas.
Related News
Kinerja URBN Tertekan, Rugi Membengkak ke Rp174 Miliar
Pantau! Ini Sederet Keputusan Penting Investor Untuk CBUT
Pyridam Farma (PYFA) Raih Restu Aksi Korporasi dari Pemegang Saham
Dalam Pemulihan Industri Domestik, Laba Emiten Semen Ini Naik 111%
CBRE Kantongi Fasilitas Kredit USD45 Juta dari Maybank
Emiten Keponakan Prabowo (TRIN) Catat Penjualan Q1 Anjlok Drastis





