Garap Kendaraan Listrik, Entitas ERAL Menjadi ATPM XPENG
:
0
Pengurus Sinar Eka Selaras pada suatu kesempatan. FOTO- ISTIMEWA
EmitenNews.com - Entitas Sinar Eka Selaras (ERAL) menjadi agen tunggal pemegang merek (ATPM) XPENG. Itu menyusul kerja sama distributor kendaran listrik antara anak usaha perseroan yaitu Era Inovasi Otomotif (EIO), dengan Shenzhen Xiaopeng Motor Supply Chain Management Co., Ltd, dan Guangzhou Xiaopeng Motors Trading Co., Ltd (XPENG).
Berdasar perjanjian, XPENG berkomitmen untuk melakukan kolaborasi dengan EIO selaku mitra resmi untuk membangun jaringan distribusi kendaraan listrik produk XPENG secara luas di Indonesia. Sebagai mitra eksklusif XPENG di Indonesia, EIO akan mengorganisasi penjualan.
Selanjutnya, memastikan layanan berkualitas tinggi sesuai dengan standar XPENG, memberi layanan purna jual kepada pelanggan dalam memperkuat posisi pasar, memastikan keberlanjutan, dan inovasi industri kendaraan listrik di Indonesia. Fakta itu, tidak berdampak negatif terhadap perseroan.
Baik dari sisi kegiatan operasional, hukum, dan kelangsungan usaha ada saat ini. ”Melainkan akan memberi kontribusi keuangan tambahan bagi perseroan dari lini usaha tersebut,” tegas Badar Teguh Mancik Alam, Corporate Secretary Sinar Eka Selaras.
Sekadar informasi, Shenzhen Xiaopeng Motors Supply Chain Management Co., Ltd, perseroan terbatas berkedudukan di Shenzhen, Tiongkok, produsen kendaraan listrik, dan bergerak pada manajemen rantai pasokan otomotif, khususnya terkait dengan merek Xiaopeng Motors (XPeng).
Guangzhou Xiaopeng Motors Trading Co., Ltd, perusahaan swasta berkedudukan di Guangzhou, Tiongkok. Merupakan perusahaan kendaraan listrik pintar terkemuka Tiongkok. Perusahaan bergerak bidang perdagangan, dan distribusi kendaraan listrik diproduksi XPeng. (*)
Related News
AEP Nusa (AEPN) Jajaki IPO di BEI Kuartal Mendatang, Telisik Profilnya
Pengelola Gerai KFC (FAST) Panggul Rugi Rp369 Miliar
CBRE Siapkan Right Issue 12,7 Miliar Saham
Akhiri 2025, KREN Catat Rugi Bengkak Rp183 Miliar
Penjualan Turun, Laba MDRN Melonjak 1.958 Persen
KOTA Tobat Rugi, Defisit Ciut, dan Laba Melangit 330 Persen





