Gempa Bumi NTT M 7,7, Korban Tewas Capai 68 Jiwa, 4.541 Rumah Rusak
:
0
Korban tewas dalam gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur jadi 68 jiwa. Dok. Media Indonesia.
EmitenNews.com - Korban tewas dalam gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) lalu, bertambah. Sampai hari ketiga, Senin (17/8/2026), tercatat 68 jiwa melayang, dan ratusan lainnya luka-luka. Sedikitnya 4.541 rumah warga di sejumlah kabupaten di NTT juga terdampak.
Dalam keterangan resminya Senin (17/8/2026), Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan merinci, korban jiwa berasal dari Kabupaten Manggarai sebanyak 26 jiwa, Kabupaten Manggarai Timur 24 jiwa, Kabupaten Nagekeo sebanyak 8 jiwa. Kemudian di Kabupaten Sikka 4 jiwa, Kabupaten Ende 2 jiwa, Kabupaten Manggarai Barat 2 jiwa, dan Kabupaten Ngada 2 jiwa.
"Kami tetap memantau perkembangan jumlah korban ini dan terus kami akan laporkan ketika nanti ada jumlah korban yang ditemukan," ungkap Berton SP Panjaitan.
Kemudian jumlah yang luka-luka saat ini ditemukan sebanyak 213 jiwa.
Saat ini, tim dari Bappenas, Basarnas, masih siaga di tujuh kabupaten terdampak. Per hari ini sudah tidak ada lagi laporan warga yang hilang di wilayah terdampak.
Kementerian Kesehatan telah mengirimkan dua rumah sakit, dua unit rumah sakit lapangan ke Ruteng, Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Nagekeo. Diharapkan nanti rumah sakit ini dapat melayani warga korban akibat gempa bumi dan yang harus dievakuasi.
Kementerian Kesehatan juga sudah mengirimkan tim manajemen krisis kesehatan sebanyak dua tim yang ditempatkan di masing-masing satu tim di Kabupaten Sikka serta satu tim lagi di Kabupaten Ende untuk mengawal koordinasi lapangan.
Juga sudah dikirim dua tim untuk emergency medical team. Tim pertama dilakukan di wilayah Ende, Nagekeo dan Manggarai Barat. Sedangkan untuk tim kedua ini difokuskan untuk Kabupaten Sikka.
Masih oleh Kementerian Kesehatan. Kementerian yang dipimpin Menteri Budi Gunadi Sadikin itu, juga sudah melakukan aktivasi terhadap Health Emergency Operation Center. Operasi kesehatan ini berlokasi di sembilan lokasi strategis.
Kemudian, TNI dan Polri bersama tim gabungan dari kementerian lembaga lainnya juga bekerja di daerah-daerah terdampak. Dari data yang diperoleh sebanyak 1.467 tim gabungan TNI-Polri dan instansi lain terus bekerja di lapangan untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan untuk mengatasi keadaan di lapangan.
Related News
Kelola Ekosistem Desa, Manajer KDKMP Digaji Hingga Rp8,3 Juta
Korupsi Motor Listrik MBG Rp1,22T Kejagung Usut Keterlibatan Korporasi
Sidang Perdana Febrie Adriansyah 7 Oktober, Kasus Korupsi dan TPPU
Ada Rocky Gerung dalam Wantimpres yang Dipimpin Eks Menko Pratikno
Kapolri Baru Suyudi, Perisai Biaya Siluman Agar Investasi Nyaman
Ini Masalah Serius, Industri Batik Indonesia Hadapi Regenerasi Perajin





