EmitenNews.com - Eagle High Plantation (BWPT) mendapat limpahan investor baru. Sepanjang Agustus 2026, emiten besutan Peter Sondakh kedatangan 3.681 investor baru. Tepatnya, menjadi 36.195 pihak daripada periode bulan Juni 2026 hanya 32.514 pihak.

Sementara itu, jumlah saham free float stagnan di kisaran 7,55 miliar eksemplar alias 23,98 persen. Dan, sejumlah saham tercatacat di Bursa Eek Indonessia 31,52 miliar lembar. Peter Sondakh sebagai pemilik manfaat akhir.

Pemegang saham BWPT berdasat kepemilikan saham di atas 1 persen per 31 Agustus 2026 yaitu Rajawali Capital International 11,88 miliar helai alias 37,70 persen, Rajawali Kapital Agro 805,27 juta lembar atau 2,55 persen, Eagle High Plantations 402,92 juta saham alias 1,28 persen, Taspen 656,85 juta setara 2,08 persen, dan PIC Properties 11,66 miliar eksemplar alias 37 persen.

Akhir pekan lalu, saham BWPT menguat 0,78 persen setara 1 poin menjadi Rp130. Lima hari terakhir, saham BWPT melejit 21,50 persen atau 23 poin dari edisi 31 Agustus 2026 sekitar Rp107. Kalau ditilik dalam sebulan terakhir, saham BWPT melejit 41,30 persen setara 38 poin dari 7 Agustus 2026 sekitar Rp92.

Dalam tempo 52 minggu terakhir, saham BWPT pernah menyentuh level tertinggi Rp193, dan terendah Rp60. BWPT dibalut dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp4,10 triliun, dan diperkuat dengan price earning rasio sekitar 10,09 kali.

Performa Medio 2026

Sepanjang semester I 2026, BWPT mengemas laba bersih Rp211,19 miliar. Melejit 22,87 persen dari episode sama tahun lalu Rp171,88 miliar. Pendapatan usaha Rp3,25 triliun, melonjak signifikan dari periode sama tahun sebelumnya senilai Rp2,77 triliun. Beban pokok penjualan Rp2,45 triliun, bengkak dari Rp1,99 triliun.

Laba kotor terkumpul Rp799,33 miliar, mengalami lonjakan tipis dari Rp780,14 miliar. Beban umum dan administrasi Rp121,08 miliar, bertambah dari Rp120,3 miliar. Beban penjualan Rp73,3 miliar, naik dari Rp68,87 miliar. Total beban usaha Rp194,38 miliar, bertambah dari Rp189,17 miliar. Laba usaha Rp604,95 miliar naik dari Rp590,97 miliar.

Laba periode berjalan Rp215,07 miliar, mengalami peningkatan dari posisi sama tahun lalu Rp185,15 miliar. Jumlah ekuitas Rp3,04 triliun, mengalami peningkatan dari akhir tahun sebelumnya Rp2,82 triliun. Total liabilitas Rp6,9 triliun, mengalami penyusutan dari akhir 2025 senilai Rp7,35 triliun. Jumlah aset Rp9,94 triliun, berkurang dari akhir tahun lalu Rp10,17 triliun.

Gegerkan Negeri Jiran Malaysia