Saat ini, penyaluran kredit subsidi tidak lagi eksklusif melalui BTN. Hampir seluruh bank Himbara, dan sejumlah bank swasta turut menyalurkan. Meski demikian, BTN tetap menjadi salah satu bank dengan portofolio terbesar sektor tersebut. Ke depan, Bambang berharap kerja sama BTN dan REI terus ditingkatkan.

Bambang memahami prinsip kehati-hatian perbankan, namun menekankan pentingnya pelayanan kredit cepat, tepat, dan efisien dengan suku bunga kompetitif. "Bisnis properti, khususnya perumahan menengah ke bawah, sangat bergantung pada kecepatan proses kredit. Keterlambatan akan menambah beban bunga dan berisiko menggerus usaha," katanya.

Bamban menilai, BTN terus bertumbuh, dan bertransformasi menuju bank utama. Digitalisasi menjadi keniscayaan seiring perubahan perilaku masyarakat. Namun, kemudahan layanan harus diimbangi sistem keamanan kuat agar data nasabah tetap terlindungi. BTN telah melakukan transformasi nyata dalam operasional, teknologi, dan model bisnis, sehingga meningkatkan efisiensi, kualitas layanan, dan daya saing.

"Peran perbankan sangat vital, bukan hanya sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga membantu pengembang menjaga arus kas agar usaha berkelanjutan," tukas Junaidi Abdillah, Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi).

Menurut dia, peran BTN makin krusial dalam mendukung program 3 juta rumah pemerintah. Mayoritas pembiayaan perumahan subsidi masih mengandalkan BTN, baik untuk konsumen maupun pengembang. "Maju terus BTN untuk program perumahan Indonesia," pungkas Junaidi. (*)