EmitenNews.com - PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA) telah menggelontorkan modal belanja atau capex hingga Rp30-Rp40 miliar untuk mendukung ekspansi operasional dan penyelesaian sejumlah proyek strategis.

Manajemen SOLA menyebut, sebagian besar dana capex tersebut dialokasikan untuk pengadaan alat berat serta pembangunan basecamp milik anak usaha yakni PT ABI yang berlokasi di Pali, Sumatera Selatan.

“Investasi tersebut dilakukan untuk mendukung pelaksanaan proyek dan meningkatkan kapasitas operasional Perseroan dalam memenuhi kebutuhan pekerjaan yang telah diperoleh,” ujar manajemen dalam keterbukaan informasi, dikutip Sabtu (20/6).

Investasi tersebut dilakukan untuk memperkuat kapasitas operasional perusahaan sekaligus mendukung pelaksanaan proyek-proyek yang telah berhasil diamankan. Seiring berjalannya proyek dan mulai dihasilkannya arus kas operasional, perseroan optimistis posisi liabilitas dapat berangsur menurun dari Rp117,2 miliar menjadi sekitar Rp106 miliar.

Selain fokus pada penyelesaian proyek berjalan, termasuk pembangunan jalan hauling batu bara PT Servo Lintas Raya sepanjang 36 kilometer, SOLA juga mulai memperluas sumber pendapatan melalui kontrak pemeliharaan (maintenance contract). Strategi ini diharapkan dapat menciptakan pendapatan berulang (recurring income) yang lebih stabil dalam jangka panjang.

Di sektor energi, SOLA juga mulai memperkuat pijakan pada bisnis energi terbarukan. Perseroan tengah mengembangkan peran sebagai Independent Power Producer (IPP) untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sekaligus menyediakan layanan konstruksi untuk pembangunan fasilitas tersebut.

Tak hanya itu, SOLA juga menjajaki peluang bisnis Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) melalui kerja sama strategis dengan Apollo LLC. Perseroan membidik sektor-sektor dengan tingkat emisi tinggi, seperti industri semen dan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), sebagai target pasar utama.

“Di samping itu, Perseroan terus berupaya melakukan diversifikasi portofolio proyek dengan menjajaki peluang kerja sama dengan berbagai perusahaan serta sektor usaha di luar industri batubara,” ujar manajemen.