EmitenNews.com - Minna Padi Investama (PADI) sepanjang 2026 fokus online trading. Broker asuhan Happy Hapsoro itu, akan lebih banyak memberikan edukasi, sosialisasi pasar modal, dan pembelajaran terhadap penggunaan online trading kepada para nasabah, dan alon nasabah.

Tindakan itu, didasari rekam jejak kegiatan bisnis perseroan periode Januari-Desember 2025 dengan mencatat kenaikan transaksi cukup signifikan, laba belum terealisasi, dan laba sudah terealisasi atas perdagangan efek. 

Peseroan memandang prospek usaha ke depan tetap positif, seiring dengan lonjakan nilai perdagangan di Bursa Efek lndonesia sepanjang 2025 telah melampaui Rp4.000 triliun, dan didukung prospek perekonomian tetap kondusif. 

Optimisme itu, ditopang berbagai kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo dengan fokus pada percepatan pertumbuhan ekonomi, termasuk melalui stimulus fiskal, dan inflasi terjaga, sehingga pertumbuhan ekonomi diproyeksikan mencapai sekitar 5,4 persen.

”Meski demikian, perseroan tetap mencermati sejumlah risiko masih membayangi, tetutama risiko ekternal dari peningkatan ketegangan geopolitik global,” tegas Djoko Joelijanto, Direktur Utama Minna Padi Investama Sekuritas. 

Perseroan mencermati pasar sekuritas saat ini didominasi oleh pertumbuhan pesat investor Generasi Z sangat adaptif terhadap teknologi. Menanggapi tren tersebut, perseroan meyakini penyediaan platform online trading dengan fitur lengkap menjadi faktor penentu bagi investor dalam memilih mitra sekuritas yang relevan dengan kebutuhan digital generasi moda. 

Per 31 September 2025, perseroan mencatat pendapatan usaha Rp38,47 miliar. Meroket 320,58 persen dari episode sama tahun sebelumnya minus Rpl7,44miliar. Peningkatan itu, tersebab laba belum terealisasi atas perdagangan efek berbalik untung menjadi Rp22,70 miliar dari sebelumnya tekor Rp20,70 miliar, dan laba direalisasi atas perdagangan efek naik menjadi Rp 8,78miliar dari sebelumnya Rp387 juta. 

Rugi lain-lain Rp603 juta, drop 214,20 persen dari positif Rp528 juta. Itu terjadi akibat lonjakan beban keuangan menjadi Rp953 juta dari Rp24 juta. Laba neto tahun berjalan Rp24,74 miliar, naik Rp53,74 miliar dari rugi neto Rp29 miliar. Itu terjadi karena kenaikan pendapatan usaha. Perseroan mencatat penghasilan komprehensif lain Rp753 juta, turun 76,10 persen dari sebelumnya Rp3,15 miliar. 

Itu terutama disebabkan penurunan pos keuntungan nilai wajar pada aset keuangan yang diukur melalui penghasilan komprehensif lain. Jumlah laba komprehensif Rp25,49 miliar, meningkat sebesar Rp51,34 miliar dari total rugi komprehensif per September 2024 minus Rp25,85 miliar. (*)