Jadi Sorotan BEI, TRIN Beber Manuver Keponakan Prabowo
Salah satu properti milik perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Manuver Rahayu Saraswati mendapat sorotan Bursa Efek Indonesia (BEI). Operator pasar modal itu, mengendus transaksi keponakan Prabowo Subianto tersebut kontra produktif. Pasalnya, sejak awal putri Hashim Djojohadikusumo itu, berkomitmen menambah kepemilikan saham Perintis Properti (TRIN) 20 persen.
Namun, pada praktiknya, porsi kepemilikan saham TRIN masih di bawah 5 persen, Sara sapaan karib Rahayu Saraswati, justru telah melakukan aksi jual. Ya, Sara melalui Raksaka Satya Devya mendivestasi 48,97 juta saham TRIN melalui pasar negosiasi.
”Crossing saham milik Ibu Sara melalui mekanisme pasar negosiasi kepada Sukses Sejati Sejahtera, merupakan langkah strategis dalam rangka penataan struktur kepemilikan saham,” tegas Ishak Chandra, Direktur Utama Perintis Triniti Properti.
Transaksi tersebut sebut Chandra, tidak berkaitan dengan perubahan komitmen pemegang saham utama terhadap perseroan, dan tidak berdampak terhadap kegiatan operasional maupun rencana pengembangan perseroan yang tetap berjalan sebagaimana rencana yang telah ditetapkan.
Di sisi lain, transaksi divestasi tidak mengubah Sara sebagai pemegang saham minoritas untuk melakukan penambahan kepemilikan 20 persen saham perseroan. Sehubungan dengan itu, kepemilikan hingga mencapai 20 perssen merupakan opsi lanjutan sebagaimana telah disampaikan perseroan melalui Keterbukaan Informasi dalam Surat Nomor 146/CORSEC/PTP/XII/2025 tertanggal 4 Desember 2025.
Berdasar perjanjian kerja sama antara Perintis Triniti Properti dengan Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo, yang pelaksanaannya akan mempertimbangkan berbagai faktor. Antara lain kondisi pasar, harga saham perseroan, kebutuhan pendanaan, perkembangan proyek-proyek perseroan, dan ketentuan peraturan perundang-undangan berlaku. (*)
Related News
Simak! Ini Jadwal Dividen ELPI Rp17 per Lembar
Pendapatan Naik, Laba MAHA 2025 Terkikis 18 Persen
ADRO Buyback Rp4 Triliun, Izin Investor 17 April
Akhiri 2025, Laba dan Penjualan HMSP Kompak Melorot
DSSA Kantongi Izin Stock Split, Saham Menggeliat
Memburuk, EMAS 2025 Alami Rugi Bersih USD27,49 Juta





