EmitenNews.com - Grab Holdings makin memantapkan posisi sebagai penguasa Super Bank Indonesia (SUPA). Itu menyusul penuntasan strategi reorganisasi (strategic reorganization) internal anak usaha Grab sebagai pemegang saham SUPA. Caranya, melimpahkan saham Singtel Alpha Investments Pte Ltd kepada GXS Bank Pte Ltd.

Transisi saham SUPA milik Singtel Alpha kepada GXS Bank telah dituntaskan pada 29 Mei 2026. Setidaknya, GXS Bank mengepul 2,44 miliar lembar dari 2,49 miliar saham SUPA milik Singtel Alpha dengan harga pelaksanaan Rp327 per saham. Menyusul skema harga itu, GXS Bank dipaksa merogoh dana senilai Rp800,03 miliar. 

Singtel Alpha mendivestasi 2,49 miliar saham SUPA pada harga Rp326 per saham. Dengan begitu, Singtel Alpha meraup dana segar Rp812,99 miliar. Menyusul pelepasan saham SUPA setara 7,36 persen itu, Singtel Alpha tidak lagi menggenggam saham Grup Emtek tersebut walau sehelai benang pun.

Transaksi jual beli GXS Bank, dan Singtel Alpha jauh berada di bawah pasar saham SUPA. Berdasar data perdagangan Jumat, 29 Mei 2026, saham SUPA bertengger di level Rp840, berarti transaksi GXS Bank dan Singtel Alpha diskon sekitar 512-513 poin alias 60-61 persen. 

Transisi Mulus

Menyusul penuntasan transaksi itu, timbunan saham SUPA dalam pangkuan GXS Bank menjadi 5,98 miliar eksemplar setara 17,66 persen. Melejit 7,22 persen dari periode sebelum transaksi dengan tabulasi 3,53 miliar lembar selevel dengan porsi kepemilikan 10,44 persen. Sebelumnya, pada 21 Mei 2026, Grab menambah saham SUPA via A5-BD Holdings Pte Ltd.

Kala itu, Grab memborong 64.028.200 helai alias  64,02 juta lembar dengan harga pelaksanaan Rp875 per helai. Menyusul skema harga itu, Grab dipaksa mengeluarkan dana taktis Rp56,02 miliar. Jadi, timbunan saham SUPA dalam pangkuan Grab menjadi 5,46 miliar helai setara dengan 16,41 persen. 

Dengan penuntasan transaksi itu, Grab mengamankan saham SUPA sebanyak 17,09 miliar eksemplar setara dengan porsi 50,74 persen. Koleksi saham Grab itu, melalui GXS Bank 5,98 miliar saham alias 17,66 persen, Kudo Teknologi Indonesia 5,65 miliar lembar atau 16,67 persen, dan A5-BD Holdings 5,46 miliar lembar atau 16,41 persen.

So, setelah transaksi tuntas, kepemilikan saham Grab di Superbank secara langsung dan tidak langsung meningkat menjadi lebih dari 50 persen. Kondisi itu, membuat laporan keuangan Superbank terkonsolidasi dengan laporan keuangan Grab. Grab telah melakukan investasi di Superbank sejak 2022, dan transaksi itu, makin memperkuat komitmen Grab di Superbank. 

Komitmen Singtel