EmitenNews.com - Bakrie & Brothers (BNBR) merancang right issue 90 miliar lembar. Pengeluaran saham baru seri E tersebut dibalut nilai nominal Rp12 per helai. Penerbitan saham anyar itu, diambil dari saham portepel.

Tindakan tersebut untuk optimalisasi struktur pendanaan Cimanggis Cibitung Tollways (CCT). Ya, awal tahun lalu, CTT telah diambilalih oleh anak usaha perseroan yaitu Bakrie Toll Indonesia (BTI). Mendukung modal kerja, pengembangan usaha perseroan, dan CCT. 

Seluruh dana hasil right issue setelah dikurangi biaya, ongkos, dan pengeluaran lainnya, untuk pembayaran kewajiban perseroan dan/atau anak usaha kepada kreditur, untuk modal kerja perseroan dan/atau anak usaha. Rincian alokasi dana disesuaikan dengan mempertimbangkan pengelolaan modal optimal.

Manajemen perseroan berhak untuk melakukan penyesuaian terhadap penggunaan dana dengan mempertimbangkan keadaan, dan faktor-faktor lain dianggap layak. Pemodal tidak terlibat dalam aksi itu, akan mengalami dilusi kepemilikan maksimum 33,33 persen. 

Seluruh rangkaian transaksi itu, akan dihelat kalau mendapat restu investor. Nah, untuk mendapat stempel para pemodal, perseroan akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa pada Jumat, 27 Februari 2026 pukul 14.00 WIB. Pemodal bisa terlibat dengan nama tercatat sebagai pemegang saham alias recording date pada 2 Februari 2026. (*)