Grup Ciputra (MTDL) Akselerasi Bisnis AI, Pamer Revenue Lewati Target
:
0
Potret Susanto Djaja (Tengah kiri), Presiden Direktur MTDL dalam Konferensi Pers Metrodata Solution Day 2026 pada Kamis (20/8/2026). Foto: EmitenNews/Aji.
EmitenNews.com - PT Metrodata Electronics Tbk. (MTDL) emiten jasa teknologi informasi (TI) grup Ciputra mengakselerasi bisnis berbasis kecerdasan buatan (AI) di 2026. Perseroan menargetkan pertumbuhan 10% tahun ini, dan realisasi semester 1 2026 sudah melampaui target tersebut.
Susanto Djaja, Presiden Direktur MTDL dalam Konferensi Pers Metrodata Solution Day 2026 pada Kamis (20/8/2026) menyebut fokus perseroan saat ini bergeser dari kecepatan adopsi teknologi ke nilai bisnis yang dihasilkan dari AI.
"Kita telah melewati fase di mana adopsi menjadi ukuran kemajuan. Indonesia sudah membuktikan itu, salah satu pasar dengan kecepatan adopsi AI tertinggi di kawasan ini. Yang menentukan sekarang adalah nilai yang dihasilkan, bukan seberapa cepat teknologi itu dipakai. Ini soal kepemimpinan. Organisasi butuh disiplin, tata kelola, dan akuntabilitas di setiap investasi AI yang mereka ambil," ujar Susanto.
Dalam implementasinya, MTDL menggunakan kerangka Build, Run, and Scale. Build untuk kesiapan data dan arsitektur, Run untuk tata kelola dan operasional, serta Scale untuk memperluas pemanfaatan AI di berbagai fungsi bisnis.
Revenue Semester 1 Tumbuh 16%
Dari sisi kinerja, MTDL menargetkan pertumbuhan 10% untuk top line dan bottom line sepanjang 2026.
"Kalau guidance, Metrodata kita tahun 2026 ini, seluruhnya, kita ingin bertumbuh 10 persen. Baik top line maupun bottom line. Untuk semester 1, contoh yang sudah terjadi ini. Kita bertumbuh di revenue (pendapatan) 16 persen. Jadi sudah melebihi target 10 persen," ujar Susanto.
Namun, untuk bottom line, Susanto mengungkap masih punya pekerjaan rumah yang mesti banyak dibenahi kembali.
"Kita bottom line semester 1 (2026) 6,6 persen jadi masih ada PR. PR-nya itu akan dijawab oleh (segmen bisnis) solution and consulting yang kelihatan umumnya semester 2, lebih banyak transaksi," lanjut Susanto.
Susanto menjelaskan pola transaksi di Indonesia yang mayoritas tutup buku pada Desember membuat realisasi revenue dari bisnis solution and consulting umumnya baru terlihat di semester 2.
Related News
Gempa NTT, TelkomGroup Tuntaskan Perbaikan Infrastruktur Normal 100%
Hingga 30 Juni Pendapatan LinkNet (LINK) Rp1,36T, Liabilitas Rp10,80T
Bantah Akuisisi BYAN, Saham PGUN & JARR Milik Haji Isam Malah Melejit
YUPI Mau Bagi Dividen Interim, Catat Tanggalnya!
BMTR Siap Cairkan Efek Ini, Intip Jumlahnya
Danantara Percepat Merger & Restrukturisasi PTPP, Ini Langkah Awalnya





