EmitenNews.com - Telah lahir dua varietas unggul nasional jagung pulut berprotein tinggi yang diproyeksikan menjadi salah satu alternatif dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Varietas Putra Baru 1 dan Putra Baru 2 itu, hasil penelitian Guru Besar Bidang Ilmu Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, Prof Dr Edy MP.

Kepada pers, di Makassar, Sabtu (18/7/2026), Prof. Edy mengungkapkan, temuan berharga itu, merupakan hasil penelitian selama enam tahun yang didukung pendanaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Riset yang dikembangkan Edy, tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas, tetapi juga menghadirkan pangan alternatif dengan kualitas gizi yang lebih baik.

"Yang kami hasilkan bukan sekadar varietas baru, tetapi jagung pulut yang memiliki kandungan protein lebih tinggi, produktivitas meningkat, serta daya adaptasi luas," ujarnya seperti ditulis Antaranews.

Pada 2024, keduanya resmi dilepas sebagai varietas unggul nasional melalui Keputusan Menteri Pertanian RI, sehingga dapat dikembangkan secara luas oleh petani di berbagai daerah. Sang guru besar berharap varietas ini dapat menjadi salah satu solusi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Selain kandungan protein yang mencapai 11,52 persen pada Putra Baru 1 dan 11,64 persen pada Putra Baru 2, kedua varietas tersebut juga memiliki produktivitas yang tinggi.

Putra Baru 1, berpotensi menghasilkan hingga 8,88 ton per hektare, sedangkan Putra Baru 2 mencapai 8,54 ton per hektare. Keduanya juga memiliki kandungan amilopektin tinggi yang menghasilkan tekstur pulen, sehingga berpotensi menjadi pangan lokal unggulan sekaligus alternatif pengganti beras.

Sementara itu, Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof Dr Hambali Thalib. mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan bangsa melalui riset yang aplikatif.

Prof Hambali mengatakan, UMI tidak ingin hanya menjadi penghasil ijazah. UMI ingin menjadi penghasil solusi. “Ukuran keberhasilan universitas bukan hanya jumlah lulusan atau publikasi, tetapi sejauh mana ilmu pengetahuan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat."

Apresiasi terhadap temuan tersebut juga datang dari Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria yang menyebut pelepasan varietas Putra Baru 1 dan Putra Baru 2 sebagai sebuah terobosan penting. Menurut mantan Rektor IPB itu, keberhasilan UMI membuktikan perguruan tinggi mampu menghasilkan varietas unggul yang membuka peluang besar bagi penguatan kemandirian pangan nasional. ***