EmitenNews.com - Harga saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) tercatat melemah sepanjang awal 2026. Pada perdagangan Jumat, 2 Januari 2026, saham CUAN masih bertengger di level Rp2.300 per saham, namun terus tertekan hingga turun ke level Rp1.850 per saham pada Kamis, 15 Januari 2026.

Merespons pelemahan tersebut, pemegang saham pengendali CUAN, Prajogo Pangestu, turun tangan dengan memborong saham perseroan di pasar reguler. Aksi beli tersebut dilakukan secara bertahap dan diharapkan mampu menahan tekanan jual yang terjadi.

Berdasarkan pantauan perdagangan, saham CUAN mulai menunjukkan pemulihan setelah aksi pembelian tersebut. Hingga pukul 13.59 WIB, harga CUAN tercatat menguat ke level Rp2.010 per saham, meski masih belum kembali ke posisi awal tahun di Rp2.300 per saham.

Tekanan harga CUAN sejatinya sudah terlihat dalam satu bulan terakhir. Investor yang memegang saham ini sejak 19 Desember 2025 mencatat penurunan nilai sebesar Rp250 per saham atau sekitar 11,38 persen. Namun demikian, secara jangka menengah dan panjang, kinerja saham CUAN masih mencatatkan imbal hasil positif. Dalam periode enam bulan terakhir, saham CUAN masih membukukan kenaikan 380 poin atau 23,68 persen, sementara dalam satu tahun terakhir mencatatkan kenaikan 580 poin atau setara 41,49 persen.

Mengacu pada keterbukaan informasi tertanggal 19 Januari 2026, Prajogo Pangestu melakukan pembelian saham CUAN di pasar saham untuk tujuan investasi pribadi. Seluruh transaksi dilakukan pada 15 Januari 2026 melalui beberapa kali pembelian dengan harga bervariasi.

Harga pembelian terendah tercatat di level Rp1.850 per saham, sementara harga tertinggi berada di Rp1.900 per saham. Beberapa transaksi signifikan antara lain pembelian sebanyak 656.500 saham di harga Rp1.850 dan 472.000 saham di harga Rp1.890 per saham.

Aksi borong tersebut berdampak pada peningkatan porsi kepemilikan pengendali. Sebelum transaksi, Prajogo Pangestu tercatat menggenggam 94.517.650.000 saham atau setara 84,076 persen hak suara. Setelah rangkaian pembelian selesai, kepemilikannya meningkat menjadi 94.521.150.000 saham atau sekitar 84,079 persen dari total hak suara perseroan.