EmitenNews.com - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan pada perdagangan Kamis (17/9). Kenaikan harga emas domestik ini terjadi di tengah tertekannya harga emas dunia akibat kebijakan moneter ketat di Amerika Serikat.

Berdasarkan data dari situs resmi logammulia.com harga emas Antam per gram pada Kamis ini berada di level Rp2.598.000. Angka tersebut menguat Rp5.000 dibandingkan harga pada Rabu kemarin yang sebesar Rp2.593.000 per gram.

Sementara itu, harga jual kembali (buyback) emas Antam pada Kamis ini tidak mengalami perubahan dan bertahan di level Rp2.438.000 per gram, sama dengan harga buyback pada sesi perdagangan sebelumnya.

Di pasar global, Trading Economics mencatat harga emas dunia tetap tertekan di bawah USD4.300 per ons. Kondisi ini terjadi setelah emas kehilangan keuntungan intraday akibat kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4%. Langkah ini menandai kenaikan suku bunga pertama The Fed dalam tiga tahun terakhir, disertai sinyal adanya satu kali kenaikan lagi sebelum akhir tahun.

Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa kebijakan pengetatan ini diambil karena laju inflasi AS masih berada di tingkat yang tinggi.

"Inflasi tetap tinggi," ujar Kevin Warsh, merujuk pada rilis data ekonomi pekan lalu yang menunjukkan inflasi inti AS bulan Agustus naik melampaui perkiraan.

Di sisi lain, tekanan terhadap emas dunia sempat tertahan oleh melandainya harga minyak di tengah meredanya kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah. Arab Saudi berencana memulihkan sekitar setengah kapasitas pipa Timur-Barat dalam beberapa hari ke depan. Mengenai kelancaran pasokan energi, Menteri Energi AS Chris Wright memberikan keterangan resminya.

"Sebanyak 18 juta barel minyak mentah dan produk minyak bumi telah melewati Selat Hormuz pada awal pekan ini," kata Chris Wright.

Bagi pasar keuangan Indonesia, kenaikan harga emas Antam memberikan peluang angin segar bagi investor logam mulia domestik. Namun, potensi pengetatan moneter lanjutan dari The Fed tetap perlu diwaspadai karena berisiko memperkuat dolar AS, yang dapat memicu ketidakpastian harga komoditas dan nilai tukar rupiah di dalam negeri.

Berikut rincian emas Antam hari ini: