EmitenNews.com - Harga emas dunia pagi ini berfluktuasi di atas USD4.500 per ons dan diperkirakan akan berakhir pekan ini dengan sedikit perubahan, karena sinyal yang saling bertentangan seputar negosiasi perdamaian AS-Iran. Kondisi ini membuat investor tetap waspada terhadap risiko inflasi dan prospek suku bunga.

Harga spot emas yang dipantau dari pergerakan harga real-time di laman Dewan Emas Dunia (World Gold Council) berfluktuasi di kisaran USD4.520-USD4.530 per ons.

Di dalam negeri, harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)  Jumat (22/5/2026) ini turun.

Berdasarkan pantauan dari Logammulia.com, harga pecahan satu gram emas Antam berada di level Rp 2.788.000, turun Rp 12.000 dibandingkan harga pada Kamis (21/5/2026) yang sebesar Rp 2.800.000. Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 2.592.000 per gram, juga turun Rp 12.000 jika dibandingkan dengan harga buyback pada Kamis (21/5/2026) yang berada di level Rp 2.604.000.

Teheran menyatakan bahwa proposal AS terbaru telah sebagian menjembatani kesenjangan antara kedua pihak. Namun, laporan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran memerintahkan agar cadangan uranium yang diperkaya negara itu tetap berada di dalam perbatasannya mempersulit negosiasi, karena pembongkaran program nuklir Iran tetap menjadi tujuan utama AS.

Iran dilaporkan sedang bernegosiasi dengan Oman untuk menetapkan sistem bea masuk permanen yang akan melegalkan kendalinya atas lalu lintas pengiriman melalui Selat Hormuz, meskipun Presiden Donald Trump menolak gagasan tersebut. Terlepas dari stabilitas baru-baru ini, harga emas tetap sekitar 14% lebih rendah sejak konflik dimulai, di tengah kekhawatiran bahwa guncangan inflasi yang didorong oleh sektor energi dapat mendorong bank sentral untuk memperketat kebijakan moneter.(*)