EmitenNews.com - Harga emas dunia bergerak stabil dan mempertahankan tren penguatan di dekat level USD 4.200 per ons pada perdagangan hari Senin. Lonjakan komoditas ini terjadi seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed).

Berdasarkan data dari Trading Economics, bertahannya kilau emas dipicu oleh rilis data ketenagakerjaan AS yang melemah dan penurunan harga minyak mentah global. Kedua faktor tersebut membuat para pelaku pasar mengurangi ekspektasi mereka terhadap kebijakan moneter ketat The Fed pada musim gugur mendatang.

Sebelumnya, data ketenagakerjaan non-pertanian (non-farm payrolls) AS bulan Juni dilaporkan hanya tumbuh sebesar 57.000 lapangan kerja. Angka ini menjadi kenaikan terkecil dalam empat bulan terakhir, sekaligus berada jauh di bawah estimasi pasar yang memproyeksikan pertumbuhan sebesar 110.000 lapangan kerja.

Kondisi tersebut langsung mengubah peta prediksi suku bunga global. Mengutip data alat CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September mendatang kini merosot ke angka 50 persen. Angka tersebut turun signifikan dibandingkan dengan probabilitas sebelum laporan ketenagakerjaan dirilis, yang sempat menyentuh 66 persen.

Di sisi lain, tekanan inflasi global ikut mereda menyusul penurunan harga minyak mentah dunia. Penurunan ini terjadi setelah pulihnya kembali aliran energi melalui Selat Hormuz serta adanya prospek peningkatan pasokan minyak dari kelompok OPEC+. Kombinasi faktor ini memicu kekhawatiran pasar akan terjadinya potensi kelebihan pasokan minyak di pasar internasional.

Meredanya laju inflasi otomatis memangkas kekhawatiran investor terhadap pengetatan moneter lebih lanjut. Hal ini menguntungkan posisi emas, mengingat aset aman (safe haven) tersebut tidak memberikan imbal hasil atau bunga, sehingga sering kali tertekan jika suku bunga acuan global berada di level tinggi.

Bagi Indonesia, pergerakan harga emas dunia di level tinggi ini biasanya memberikan dampak langsung pada pasar domestik. Harga emas batangan di dalam negeri, seperti produksi PT Aneka Tambang (Antam), umumnya ikut berkorelasi positif dan berpotensi mengalami penyesuaian harga seiring dengan penguatan nilai emas di pasar global tersebut.

Berdasarkan pantauan dari logammulia.com harga emas Antam Senin ini tidak mengalami perubahan
Harga emas Antam hari ini berada di level Rp2.670.000 per gram, masih sama dengan harga emas Minggu kemarin. Begitu pula harga buybacknya, masih bertahan di level Rp2.429.000 per gram.

Berikut rincian emas Antam hari ini:

Pecahan 1 gram Rp2.670.000
Pecahan 5 gram Rp13.125.000
Pecahan 10 gram Rp26.195.000
Pecahan 25 gram Rp65.362.000
Pecahan 50 gram Rp130.645.000
Pecahan 100 gram Rp261.212.000
Pecahan 250 gram Rp652.765.000
Pecahan 500 gram Rp1.305.320.000
Pecahan 1.000 gram Rp2.610.600.000.(*)