Pemanfaatan Stimulus Tarif Penyeberangan Libur Sekolah Tembus 90%
:
0
Kementerian Perhubungan mencatat program diskon tarif penyeberangan selama periode libur sekolah telah dimanfaatkan oleh 1.086.400 penumpang atau 90,04 persen dari target sebanyak 1.206.585 penerima manfaat hingga 4 Juli 2026. Program tersebut menjadi bagian dari stimulus ekonomi pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung kelancaran mobilitas antardaerah. (Foto: Humas Kemenhub)
EmitenNews.com - Program diskon tarif penyeberangan Kementerian Perhubungan pada periode libur sekolah 2026 mendapat respons besar dari masyarakat. Hingga 4 Juli 2026, sebanyak 1.086.400 penumpang telah memanfaatkan program stimulus ini atau setara 90,04 persen dari target 1.206.585 penerima manfaat.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, menyebut tingginya animo masyarakat menunjukkan program ini tepat sasaran. Dari total penerima manfaat tersebut, rinciannya terdiri dari 907.409 penumpang yang melakukan perjalanan menggunakan 341.210 kendaraan, serta 178.991 penumpang pejalan kaki.
"Rincian dari penerima manfaat yakni sebanyak 907.409 penumpang dalam 341.210 kendaraan dan 178.991 penumpang pejalan kaki. Adapun realisasi dari penyerapan subsidi hingga 4 Juli 2026 telah mencapai 78,15 persen dari target keseluruhan atau sebesar Rp21 miliar dari target Rp26,9 miliar," ujar Aan dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (5/7/2026).
Program stimulus ini berlangsung sejak 20 Juni hingga 5 Juli 2026. Bentuk bantuan yang diberikan berupa potongan 100 persen tarif jasa kepelabuhanan. Dengan skema tersebut, masyarakat menikmati pengurangan tarif penyeberangan rata-rata sekitar 21,11 persen sehingga biaya perjalanan menjadi lebih terjangkau.
Diskon berlaku untuk penumpang pejalan kaki, kendaraan golongan II atau sepeda motor, serta kendaraan golongan IVA atau mobil pribadi. Kebijakan ini diterapkan di 14 pelabuhan penyeberangan yang melayani tujuh lintasan utama milik PT ASDP Indonesia Ferry.
Tujuh lintasan tersebut meliputi Merak–Bakauheni layanan reguler dan eksekutif, Ketapang–Gilimanuk, Padangbai–Lembar, Kayangan–Pototano, Sape–Labuan Bajo, Telaga Punggur–Tanjung Uban, serta Ajibata–Ambarita.
Menurut Aan, program ini tidak hanya meringankan beban masyarakat saat libur sekolah, tetapi juga berdampak pada ekonomi daerah. "Hal ini kami lakukan untuk menjaga mobilitas masyarakat agar tetap terjangkau pada momen libur sekolah sekaligus mendorong perputaran ekonomi nasional. Kami berharap program ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya," katanya.
Program diskon tarif penyeberangan ini juga mendukung Asta Cita pemerintah, khususnya dalam memperkuat konektivitas nasional, meningkatkan kualitas pelayanan transportasi publik, dan menjaga pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan yang berpihak kepada rakyat.
Dengan stimulus transportasi ini, pemerintah berharap mobilitas masyarakat selama libur sekolah tetap lancar, aman, dan terjangkau. Dampaknya diharapkan menjalar ke sektor perdagangan, pariwisata, dan usaha lokal di wilayah-wilayah yang terhubung layanan penyeberangan.(*)
Related News
Minim Intervensi, Yen Melemah ke 162 per Dolar AS
Incar Status Pasar Maju MSCI, Won Korea Kini Diperdagangkan 24 Jam
Harga Emas Dunia Bertahan Dekati USD4.200 per Ons, Antam Segini
Investor Ritel Angkat Indeks Kospi ke Atas 8.300 Pagi ini
Pemerintah Besok Kembali Lelang SUN, Targetkan Rp32 Triliun
Raksasa Teknologi Global Gencar Berburu Modal Miliaran USD





