Hati-hati! 4 Saham Lompat Dipantau BEI, Satu Masih ARA
:
0
Ilustrasi pengunjung menelusuri lorong di Bursa Efek Indonesia (BEI).
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan pihaknya tengah mencermati pergerakan saham PT Buana Artha Anugerah Tbk. (STAR), PT Kokoh Exa Nusantara Tbk. (KOCI), PT Graha Layar Prima Tbk. (BLTZ), dan PT Multisarana Intan Eduka Tbk. (MSIE). Keempat saham tersebut per hari ini Jumat (19/9) mengalami peningkatan harga di luar kebiasaan atau dikenal sebagai Unusual Market Activity (UMA).
Informasi terakhir terkait emiten-emiten tersebut adalah publikasi Bursa pada 12, 16, dan 18 September 2025 mengenai volatilitas transaksi saham STAR, BLTZ, dan MSIE, serta laporan pencatatan saham KOCI.
Adapun, berdasarkan data sebelumnya pada Kamis (18/9) saham STAR tercatat dalam sebulan terakhir meloncat 171,05% di Rp103 dari sebelumnya Rp38.
Saham KOCI tercatat sepanjang tahun ini (year-to-date) melenggang 98% di Rp99 dari sebelumnya mentereng di harga gocap Rp50.
Saham BLTZ seminggu terakhir tercatat rebound dari sebelumnya stagnan di harga Rp1.800 menjadi senilai Rp2.610 atau naik 45%, dan terakhir saham MSIE
Pascaterbit pengumuman UMA oleh BEI, pada penutupan sesi I Jumat siang (19/9) saham STAR justru terjerembab di harga ARB (Auto-Rejection Bawah) turun 9,71% di Rp93.
Saham KOCI juga mengekor turun 7,07%di Rp92, sementara saham MSIE justru menghijau dan sempat tercatat ARA di Rp94 setara naik 9,30%, dan BLTZ juga terpantau menguat 3,45% di Rp2.700.
Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, dalam keterangan tertulis Kamis (18/9) menegaskan bahwa pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap ketentuan pasar modal.
“Sehubungan dengan UMA pada keempat saham tersebut, Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi dan mengimbau investor untuk memperhatikan jawaban atas permintaan konfirmasi bursa,” jelas Yulianto.
Related News
Pasok Modal Kerja Arutmin, BUMI Terbitkan Obligasi Rp1,8 Triliun
Pendapatan BUMI Tembus USD417 Juta Q1-2026, Laba Lompat 35,16 Persen!
Penjualan Lesu, Laba Emiten Low Tuck Kwong (BYAN) Drop Dobel Digit
Rampungkan Proyek Jumbo, Emiten Semen BUMN Ini Siap Serbu Pasar Ekspor
Penjualan Terkoreksi, Laba GJTL Tetap Tumbuh 7,77 Persen di Q1-2026
Pengendali BMAS Fasilitasi Kredit Nyaris Rp5T, Telisik Realisasinya!





