EmitenNews.com - PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) memasang target turnaround agresif pada 2026. Setelah mencatat rugi bersih Rp82 miliar sepanjang 2025, emiten pembiayaan alat berat ini membidik laba bersih Rp8 miliar tahun ini.

Dalam materi paparan publik perseroan yang dikutip Jumat (4/9/2026), HDFA menargetkan pendapatan konsolidasi mencapai Rp445 miliar pada 2026, tumbuh 6,71% dibandingkan Rp417 miliar pada tahun sebelumnya.

Hingga semester I 2026, pendapatan telah mencapai Rp200 miliar atau sekitar 45% dari target setahun penuh. Sementara laba bersih sudah mencapai Rp2 miliar, atau 25% dari target Rp8 miliar.

Target balik laba tersebut menjadi sorotan mengingat HDFA sebelumnya mencatat kerugian dalam beberapa tahun terakhir. Perseroan membukukan rugi bersih Rp82 miliar pada 2025, setelah juga mencatat kerugian pada dua tahun sebelumnya.

Menariknya, HDFA tidak hanya mengandalkan pertumbuhan pendapatan untuk mengejar turnaround. Perseroan justru memasang target pemangkasan beban operasional cukup besar, dari Rp515 miliar pada 2025 menjadi Rp435 miliar tahun ini.

Artinya, beban operasional ditargetkan turun Rp80 miliar atau sekitar 15,53%. Efisiensi ini menjadi salah satu kunci perseroan untuk mengubah kinerja dari rugi menjadi laba.

Di sisi bisnis, HDFA akan mengoptimalkan cakupan pasar yang sudah dimiliki sekaligus memperkuat program pemasaran. Perseroan juga akan menawarkan pembiayaan modal kerja kepada debitur eksisting untuk memperluas sumber pendapatan.

Sementara dari sisi pendanaan, HDFA berencana memperluas akses pembiayaan dari perbankan domestik maupun internasional dengan bunga yang kompetitif. Langkah tersebut diharapkan mendukung pertumbuhan bisnis sekaligus menjaga biaya pendanaan.

Dengan realisasi semester I yang baru mencapai sekitar 25% dari target laba tahunan, perseroan masih membutuhkan akselerasi kinerja pada paruh kedua 2026.