Hingga 2024, Sariguna Primatirta (CLEO) Catat Penjualan Neto Rp2,69T
Ilustrasi air minum dalam kemasan Cleo,
EmitenNews.com - Hingga akhir 2024, PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) mencatat penjualan neto sebesar Rp2,69 triliun. Ada kenaikan dari penjualan neto Rp2,09 triliun emiten produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) bagian dari Tanobel Group ini, pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Mengutip laporan keuangan perseroan Selasa (25/3/2025), diketahui beban pokok penjualan naik menjadi Rp1,12 triliun dari beban pokok penjualan Rp907,36 miliar dan laba bruto naik menjadi Rp1,57 triliun dari laba bruto Rp1,18 triliun.
Demikian pula laba sebelum beban pajak diraih Rp604,83 miliar naik dari laba sebelum beban pajak Rp412,20 miliar.
Untuk laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk naik menjadi Rp465,15 miliar dari laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk Rp323,99 miliar.
Sementara itu, jumlah liabilitas turun menjadi Rp733,61 miliar hingga periode 31 Desember 2024 dari jmlah liabilitas Rp781,64 miliar hingga periode 31 Desember 2023.
Jumlah aset naik menjadi Rp2,66 triliun hingga periode 31 Desember 2024 dari jumlah aset Rp2,29 triliun hingga periode 31 Desember 2023.
Satu hal Sariguna Primatirta menjadikan bulan Ramadan 2025 sebagai bagian dari kesempatan untuk mendongkrak penjualan. CEO CLEO, Melisa Patricia dalam siaran pers, 14 Maret 2025 mengungkapkan, volume penjualan produk CLEO setiap bulan Ramadan hingga hari raya Idulfitri selalu meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan bulan biasa.
"Banyaknya event yang diselenggarakan di luar, seperti buka bersama di instansi-instansi, acara keluarga, dan sejenisnya menjadi pendorong peningkatan permintaan terhadap produk-produk CLEO. Dengan memanfaatkan momentum bulan Ramadhan untuk mendongkrak penjualan lebih tinggi, kami optimistis target penjualan tumbuh dobel digit tahun ini akan bisa dicapai," kata Melisa Patricia. ***
Related News
Saham Emiten Hermanto Tanoko (AVIA) Diborong Entitas Afiliasi Rp10M
ROTI Tebar Dividen Jumbo Rp450 Miliar, Yield Tembus 10 Persen!
Tembus Rp491,6 Triliun, Kredit Infrastruktur BMRI Melejit Double Digit
Didominasi Proyek Pemerintah, Kontrak Baru PTPP Tembus Rp3,87T
ERAL–Pan Asia Bentuk Joint Venture, Garap Bisnis LED dan Videotron
Aset Bertumbuh, DKHH Catat Laba Rp6 Miliar di 2025





