EmitenNews.com — Holding BUMN Farmasi yang terdiri dari Bio Farma, Kimia Farma (KAEF), dan Indofarma (INAF) berhasil membukukan pendapatan konsolidasi tahun 2021 sebesar Rp43,4 triliun terdorong oleh pengadaan vaksin COVID-19.

 

PT Bio Farma (Persero) meraih pendapatan terkonsolidasi senilai Rp7,1 triliun pada kuartal I-2022. Capaian ini tercatat masih 99% dari target perseroan senilai Rp7,14 triliun. Namun, dibandingkan periode sama pada 2021, pendapatan konsolidasi Bio Farma tumbuh sebesar 18%.

 

Pada tahun 2021 PT Kimia Farma (KAEF) menorehkan pendapatan Rp12,85 triliun naik dibandingkan tahun 2020 yang hanya Rp10,00 triliun. Bahkan, untuk tahun ini targetkan akan tumbuh menjadi RpRp14,26 triliun.

 

Sedangkan Indofarma (INAF) pada tahun 2021 mencatat penjualan bersih naik menjadi Rp2,901 triliun yang ditopang pertumbuhan penjualan obat ethical ke dalam negeri sebesar 33,37 persen menjadi Rp1,115 triliun. Bahkan di tahun 2021, perseroan mulai mencatatkan penjualan vaksin senilai Rp924,76 miliar, pos ini nihil pada tahun 2020. Hanya penjualan alat kesehatan, jasa klinik dan lainnya yang menyusut 5,5 persen menjadi Rp802,1 miliar.

 

"Capaian pendapatan Holding BUMN Farmasi sampai akhir Maret 2022 maka pencapaian kita 99 persen dibandingkan target kuartal I tahun ini Rp7,14 triliun dan pencapaian pendapatan kita sebesar Rp7,1 triliun. Kalau dibandingkan dengan periode sama pada tahun 2021, kita mengalami pertumbuhan sebesar 18 persen," ungkal Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir dalam RDP bersama Komisi VI DPR RI, Senin (23/5/2022).