Honda Akui Susah Lawan Mobil Listrik Murah Buatan China
:
0
mobil listrik
EmitenNews.com - Amerika, Eroa dan Jepang boleh saja menjadi pelopor di bidang teknologi dan otomotif, termasuk terobosannya memproduksi kendaraan listrik. Tapi China, meskipun selama ini kerap dipandang sebagai penjiplak produk negara lain, tak bisa dipungkiri berhasil merebut pangsa pasar, berkat biaya produksi dan harga jual yang lebih murah. Termasuk dalam produksi kendaraan listrik (EV).
Ini diakui sendiri oleh produsen otomotif terkemuka, Honda. Pabrikan Jepang ini mengumumkan kerugian sebesar 15,8 miliar dolar AS akibat upaya untuk bersaing dengan kendaraan listrik murah buatan China. Kerugian ini merupakan hasil dari perubahan dramatis dalam strategi kendaraan listriknya, yang menyebabkan produsen mobil tersebut membatalkan kendaraan listrik Seri 0 dan kendaraan listrik yang sedang dikembangkannya bersama Sony.
Dengan para produsen mobil China merilis kendaraan listrik murah yang menawarkan tampilan, interior, teknologi, dan fitur yang mampu menyaingi merek-merek luar negeri, produsen mobil seperti Honda mulai kesulitan menjual di negara tersebut.
Penjualan Honda di China turun dari 1,62 juta unit pada tahun 2020 menjadi hanya 640.000 unit pada tahun 2025, dan volume produksi tahunan di negara tersebut mungkin akan turun di bawah 600.000 unit pada akhir tahun 2026.
Kunjungi Pabrik Cina
Seperti ditulis Slashgear, pada akhir Februari 2026 CEO dan Presiden Honda, Toshihiro Mibe, mengunjungi sebuah pabrik suku cadang otomotif di China untuk melihat bagaimana para produsen mobil negara itu memproduksi begitu banyak mobil dengan begitu cepat. Dan ia meninggalkan pabrik tersebut dengan perasaan sesak.
"Kita tidak punya peluang melawan ini," demikian laporan Nikkei Asia mengutip pernyataannya. Menurut laporan yang sama, Mibe kemudian mengatakan kepada pemasok suku cadang Jepang bahwa mereka "harus bertindak cepat" untuk mendapatkan keuntungan dari pesaing mereka di China.
Produsen mobil China dapat menjaga biaya tetap rendah dan membangun kendaraan dengan cepat — beberapa bahkan dapat memperkenalkan model baru dalam waktu kurang dari dua tahun, dua kali lebih cepat daripada merek-merek lama.
Perusahaan baru seperti Xiaomi juga memproduksi kendaraan dengan cara yang sepenuhnya baru. Mereka telah mengembangkan pabrik terintegrasi vertikal yang sangat bergantung pada proses yang disebut gigacasting. Gigacasting — yang telah diadopsi oleh produsen mobil lain seperti Toyota — dapat menggantikan 72 bagian terpisah dan mengurangi jumlah titik pengelasan yang dibutuhkan. Hal ini memangkas waktu produksi hingga setengahnya.
Xiaomi juga menggunakan stasiun robot untuk merakit mobil, alih-alih proses perakitan sabuk konveyor tradisional.
Related News
Rupiah Ditutup Menguat Tipis, Prediksi Pekan Depan Bagaimana?
Perbankan Tadah KLM Rp427,9 Triliun Awal April
AS Raih 'Berkah' Nyerang Iran, Catat Rekor Tertinggi Ekspor Minyak
Target Kementan 2026, Produksi Gula Kristal Putih 3,04 Juta Ton
Kembangkan PLTS Berbasis Koperasi, LPDB Siapkan Rp2,1 Triliun
Yuan Hari Ini Melemah 24 Poin Ke 6,8674 Per Dolar AS





