EmitenNews.com - Kementerian Perhubungan kembali menyiapkan layanan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Gambir untuk memudahkan penumpang berpindah ke moda kereta api jarak jauh secara terintegrasi.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan langkah ini bagian dari program beautifikasi Stasiun Gambir. Pengembangan tersebut bertujuan memperluas fungsi stasiun sebagai simpul konektivitas. Stasiun tidak hanya mengalami pembaruan fisik tetapi juga menghadirkan fasilitas yang lebih modern.

"Nanti Stasiun Gambir yang selama ini melayani kereta jarak jauh akan dikombinasikan dengan layanan KRL," ujar Dudy di Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Transformasi ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menunjuk PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai leading sector pelaksanaan program tersebut. Kehadiran KRL di Gambir membawa kabar baik bagi efisiensi perjalanan masyarakat. Penumpang kereta jarak jauh kini dapat langsung terhubung dengan layanan KRL tanpa harus berpindah ke stasiun lain.

"Keberadaan layanan KRL di Gambir akan memudahkan penumpang melanjutkan perjalanan menggunakan kereta jarak jauh maupun sebaliknya sehingga perjalanan menjadi lebih efisien," kata Menhub.

Kehadiran layanan KRL di Stasiun Gambir tidak akan mengurangi peran Stasiun Manggarai sebagai simpul utama. Kedua stasiun akan berfungsi saling melengkapi dalam sistem perkeretaapian nasional. Pemerintah juga menyiapkan penambahan jalur rel untuk mengakomodasi perjalanan kedua jenis kereta secara bersamaan. Namun, jumlah perjalanan KRL di Stasiun Gambir masih akan disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan evaluasi teknis.

"Mengenai berapa jumlah KRL, nanti kita akan melihat kondisinya, namun dipastikan layanan di Stasiun Gambir akan melayani kereta jarak jauh maupun kereta listrik atau KRL," ujar Dudy.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Allan Tandiono, menambahkan bahwa PT KAI sedang menyelesaikan tahap finalisasi perencanaan dan desain. Proses pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu dua tahun.

"Sekarang PT KAI sedang memfinalisasi perencanaan dan desainnya. Target penyelesaiannya sekitar dua tahun," kata Allan.

Pengembangan ini diharapkan meningkatkan daya tarik transportasi publik. Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat konektivitas nasional serta mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.(*)