EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tekanan hingga akhir perdagangan sesi pertama Rabu (21/1/2026). Hingga pukul 12.00 WIB, IHSG melemah 113,211 poin atau 1,24 persen ke level 9.021,489, seiring tekanan yang masih membayangi bursa regional Asia.

Pelemahan IHSG terjadi merata di hampir seluruh indeks sektoral. IDX Sektor Perindustrian (IDXINDUSTRY) mencatat koreksi terdalam dengan penurunan 6,77 persen. 

Tekanan juga terlihat pada IDX Property (IDXPROPERTY) yang turun 3,34 persen, IDX Transportasi (IDXTRANS) melemah 2,51 persen, IDX Infrastruktur (IDXINFRA) terkoreksi 1,44 persen, IDX Teknologi (IDXTECHNO) turun 1,40 persen, IDX Keuangan (IDXFINANCE) melemah 1,25 persen, IDX Energi (IDXENERGY) turun 1,03 persen, IDX Kesehatan (IDXHEALTH) terkoreksi 0,67 persen, IDX Siklikal (IDXCYC) melemah 0,56 persen, dan IDX Non-Siklikal (IDXNONCYC) turun 0,14 persen. Di tengah tekanan tersebut, hanya IDX Basic (IDXBASIC) yang masih mampu bertahan di zona hijau dengan penguatan 0,39 persen.

Dari sisi transaksi, total volume perdagangan mencapai 38,72 miliar saham dengan nilai transaksi Rp20,9 triliun. Tercatat sebanyak 575 saham melemah, 143 saham menguat, dan 83 saham stagnan.

Tekanan IHSG pada sesi pertama ini terutama datang dari saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi pemberat indeks. Saham UNTR terkoreksi tajam 14,9 persen dan ASII melemah 11,3 persen, seiring sentimen negatif terkait kabar pencabutan izin tambang Martabe. Selain itu, saham-saham big cap lain seperti BBCA, BREN, dan TPIA juga berada di zona merah dan turut menekan pergerakan IHSG.

Di sisi lain, penahan laju pelemahan IHSG datang dari sejumlah indeks mover yang masih menguat. Saham DSSA melonjak 6,00 persen, ANTM naik 3,39 persen, dan TLKM menguat 1,11 persen.