EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan awal pekan di zona merah dengan penurunan tajam. Pada penutupan Senin (9/3/2026), indeks melemah 248,31 poin atau 3,27% ke level 7.337,36.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif di rentang 7.156 hingga level tertinggi 7.403. Tekanan jual terjadi di hampir seluruh sektor sehingga mendorong indeks komposit terkoreksi cukup dalam.

Penurunan terdalam terjadi pada sektor transportasi yang melemah 5,22%, disusul sektor barang baku turun 4,59% serta sektor properti yang terkoreksi 4,57%.

Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia tercatat cukup ramai dengan total volume transaksi mencapai 46,80 miliar saham senilai Rp23,88 triliun dari 2,47 juta kali transaksi. Sebanyak 68 saham menguat, 708 saham melemah, dan 41 saham bergerak stagnan.

Sejumlah saham yang mencatatkan penguatan antara lain DCI Indonesia Tbk (DCII) yang naik Rp5.000 menjadi Rp210.000 per saham serta Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang menguat Rp1.325 ke level Rp28.300 per saham. Selain itu, saham Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) juga naik Rp775 menjadi Rp10.600 per saham.

Sementara itu, saham yang mengalami penurunan harga di antaranya Multipolar Technology Tbk (MLPT) yang turun Rp2.300 menjadi Rp22.200 per saham, Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang melemah Rp2.200 ke Rp73.200 per saham, serta Golden Flower Tbk (POLU) yang terkoreksi Rp1.275 menjadi Rp14.675 per saham.

Adapun saham yang paling aktif diperdagangkan di antaranya Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan frekuensi 100.478 kali transaksi senilai Rp1,3 triliun, diikuti Energi Mega Persada Tbk (ENRG) sebanyak 99.435 kali transaksi senilai Rp1,07 triliun, serta Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan 70.247 kali transaksi senilai Rp773 miliar.