EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (5/2/2026), setelah sebelumnya sempat dibuka menguat.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun tipis 0,06 persen atau terkoreksi 4,87 poin ke level 8.141,84 hingga akhir sesi I.

Nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 10,98 triliun dengan volume perdagangan 20,47 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1.548.273 kali, dengan 337 saham menguat, 330 saham melemah, dan 151 saham stagnan. Kapitalisasi pasar BEI tercatat sebesar Rp 14.705,6 triliun.

Pelemahan IHSG dipicu oleh tekanan pada saham-saham sektor komoditas logam yang mencatatkan koreksi tajam. Sejumlah saham tambang emas dan mineral menjadi pemberat utama indeks, di antaranya:

EMAS turun 5,9 persen

MDKA melemah 5,6 persen

ARCI terkoreksi 5,5 persen

ANTM turun 4,0 persen

Koreksi saham-saham tersebut menahan laju IHSG meski sebagian sektor masih mampu bertahan di zona hijau.

Secara sektoral, tujuh dari sebelas indeks mencatatkan pelemahan. Indeks yang melemah antara lain:

IDXBASIC turun 2,21 persen

IDXCYCLICAL melemah 1,10 persen

IDXINDUSTRY terkoreksi 1,40 persen

IDXINFRA turun 1,23 persen

IDXPROPERTY melemah 0,86 persen

IDXHEALTH turun 0,44 persen

IDXTECHNO terkoreksi 0,49 persen