IHSG Berpotensi Bullish, Awal Tahun Pantau Saham BBTN, WIKA, UNTR dan MDKA
:
0
EmitenNews.com—Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup tahun 2022 dengan 4% market return, tidak mampu kembali bertengger di level kepala 7. Hal itu dipastikan setelah IHSG pada penutupan perdagangan Jumat (30/12) akhir tahun 2022, melemah 0,14% atau 9,46 poin ke level 6.850,12.
Head Of Research Nh Korindo Sekuritas, Liza C. Suryanata menyebut, masih ada harapan untuk datangnya January Effect asal IHSG mampu bertahan di atas Support MA10 & MA20 pada range 6830-6820. MA10 & MA20 yang sudah goldencross ini diharapkan mampu jadi platform Uptrend jangka pendek menuju target yang belum terlunasi di sekitar area 6950-6960, up to angka bulat 7000 selaku resistance psikologis.
Sederet data ekonomi juga akan jadi katalis, dimulai dengan tingkat Inflasi Inti Indonesia yang diprediksi naik 3.39% (vs previous 3.3%). Nh Korindo menyarankan posisi Hold secara keseluruhan, dan mengingatkan Average Up untuk baiknya dilakukan selepas High kemarin 6888.
Dari sisi lain dapat dilihat bahwa Wall Street menutup tahun 2022 dengan kinerja terburuk sejak 2008, bahkan indeks S&P500 terkoreksi hampir 20% YTD. Kegiatan pabrikan China mengerut selama 3 bulan berturut-turut pada Desember dan ini merupakan laju penurunan tercepat sejak pandemi Covid dimulai 3 tahun yg lalu, setelah China melonggarkan zero-Covid policy mereka.
PMI CHINA Desember turun ke angka 47 dari 48 di bulan Nov. (sesuai konsensus Reuter di 48). Meningkatnya penyebaran Covid dikhawatirkan bisa menyebabkan kelangkaan tenaga kerja dan menimbulkan masalah supply chain disruptions lagi. Melemahnya permintaan ditambah ancaman resesi global di tengah tingkat suku bunga yang terus melaju naik, inflasi serta perang Russia-Ukraina masih akan jadi ganjalan bagi ekspor China; memukul sektor manufakturing besar dan menghambat pemulihan ekonomi mereka.
Related News
IHSG Diprediksi Sideways, Samuel Sekuritas Pangkas Target ke 7.500
IHSG Ambles 2,8 Persen ke 6.969 di Akhir Pekan, 575 Saham Rontok
Breaking: IHSG Tetiba Ambruk 2 Persen, Bos Bursa Ungkap Sesuatu
Sideways, IHSG Sesi I Jumat (8/5) Drop Tipis 0,08 Persen di 7.168
Kuasai 73 Persen Produksi Nikel Dunia, RI - Filipina Buka Kolaborasi
Tekan Impor, Beka Wire Rogoh Rp300M Untuk Produksi Kawat





