IHSG Berpotensi Melemah Pada Area 6602 - 6665, Ini 6 Saham Pilihan Sucor Sekuritas
:
0
EmitenNews.com - IHSG ditutup melemah pada perdagangan kamis (21/10/21) sebesar -0,35% (-23,027 poin) menuju level 6.632,97 dengan nilai transaksi perdagangan 20,3 triliun dan net buy asing sebesar 587,52 miliar di pasar reguler.
Indra Tedja Kusuma nalis Sucor Sekuritas mengatakan, beberapa sentimen yang akan membayangi pergerakan IHSG adalah kebijakan Bank Indonesia (BI) yang memutuskan untuk memperpanjang ketentuan uang muka atau down payment (DP) 0% untuk kredit kendaraan bermotor (KKB) dan kredit pemilikan rumah (KPR).
Ketentuan DP 0% untuk KKB dan KPR ini masih bisa dinikmati oleh masyarakat hingga 31 Desember 2022 alias hingga akhir tahun depan. Beberapa negara di dunia tercatat mengalami kenaikan laju inflasi. Bank Indonesia (BI) menilai peningkatan inflasi pada tahun ini hanya bersifat sementara dan akan mulai melandai pada pertengahan 2022. Tingginya inflasi di negara-negara lain ini karena adanya mismatch antara supply dan demand, serta kekurangan supply akibat lonjakan kasus covid-19. Indonesia belum terimbas efek inflasi global, hal ini terlihat dari imported inflation yang masih relatif kecil dan juga nilai tukar rupiah yang masih stabil.
“IHSG berpotensi bergerak mix melemah pada level area 6.602 - 6.665 dengan pertimbangan Indikator Moving Average menunjukan posisi bearish jangka pendek, dan Indikator stochastic membentuk pola death cross pada area overbought koreksi jangka pendek pada aksi tekanan beli yang berkurang dan volume jual yang meningkat, Sehingga secara teknikal IHSG akan bergerak mix melemah,” ujar Dia, Jumat (22/10/2021).
Saham saham yang menjadi rekomendasi atau Stock idea dari Sucor Sekuritas pada akhir pekan ini adalah ARTO, TOWR, BINA, MPPA, MLPT dan BBHI.
Related News
3 Kunci Ketahanan Finansial Versi Chatib Basri & Schroders di RAS 2026
IHSG Sesi Siang (12/8) Melesat Terbang 1 Persen ke Atas 6.330
Jelang Review MSCI 12 Agustus, IHSG Optimis Naik 0,27 Persen ke 6.284
Pengguna Gemini Tembus 1 Miliar, tapi Saham Turun Karena Belanja AI
Terseret Wall Street, IHSG Kembali Tersungkur
BPK Audit Negara Pakai AI, Anomali APBD Cepat Terdeteksi





