EmitenNews.com -Pada perdagangan Rabu (31/1), Bursa Wallstreet ditutup melemah setelah pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang menyatakan terlalu dini untuk terjadi pemangkasan suku bunga AS pada bulan Maret.
Bursa saham Asia ditutup variatif melambatnya PMI Manufaktur China dan rapat FOMC menjadi fokus perhatian pelaku pasar.
Harga minyak mentah ditutup melemah melambatnya aktivitas Manufaktur China dan meningkatnya persediaan minyak mentah AS menekan harga minyak dunia.
IHSG ditutup menguat pada perdagangan Rabu (31/1), indeks penopang IDXFIN (+1.11%), IDXNCYC (+0.75%), IDXTECH (+0.59%), dan IDXINFRA (+0.53%). Asing mencatatkan Nett Buy 1517 Milyar.
“Diperkirakan hari ini Kamis (1/2) IHSG berpotensi menguat terbatas dengan range 7100-7300 sektoral yang dapat diperhatikan Consumer, Metal Mining, Transportation dan Technology,” kata Dimas Wahyu Analis Bahana Sekuritas.
NCKL Berpotensi terjadi Break Out Falling Wedge. Area beli terbaik pada range 900-930 dan stoploss jika Closing di bawah level 880.
MYOR Terbentuk Morning Star berpotensi melanjutkan penguatan. Area beli terbaik pada range 2300-2400 dan stoploss jika Closing di bawah level 2250.
GOTO Terbentuk Spinning Top berpotensi terjadi tahanan minor. Area beli terbaik pada range 87-90 dan stoploss jika Closing di bawah level 84.
PMMP Dalam fase Riding berpotensi melanjutkan penguatan. Area beli terbaik pada range 410-420 dan stoploss jika Closing di bawah level 380.
BIRD Terbentuk Throwback berpotensi terjadi penguatan. Area beli terbaik pada range 1700-1800 dan stoploss jika Closing di bawah level 1635.
Related News
Reli Terhenti, IHSG Sesi I Malah Tergelincir ke 8.289
Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi H-3, Rabu 18 Maret
Pemerintah Catatkan Tambahan Dua Obligasi Negara ke BEI
Ikuti Jejak Wall Street, IHSG Lanjut Menguat
Perkasa, IHSG Siap Jebol Level 8.400
IHSG Impresif, Serok Saham INET, COIN, dan BUVA





