IHSG Berpotensi Rebound, Cek Rekomendasi Saham MNCN, ITMG hingga SMGR
EmitenNews.com -Pada perdagangan Rabu (24/1), Bursa Wallstreet ditutup positif didorong penguatan indeks S&P 500 dan rilis data kinerja perusahaan besar AS yang memuaskan. Bursa saham Asia ditutup mayoritas menguat didorong rencana stimulus Pemerintah China untuk menstabilkan bursa saham China senilai 2 Triliun Yuan.
Harga minyak mentah ditutup menguat setelah AS menarik cadangan minyak mentahnya akibat gangguan produksi minyak, stimulus ekonomi China dan meningkatnya tensi Geopolitik dikawasan Timur Tengah.
IHSG ditutup melemah pada perdagangan Rabu (24/1), saham-saham pemberat indeks BMRI (-1.5%), BREN (-3.6%), BBRI (-0.9%), AMMN (-2.3%), dan BBCA (-0.8%). Asing mencatatkan Nett Buy 1480 Milyar.
“Diperkirakan hari ini Kamis (25/1) IHSG berpotensi menguat terbatas (Rebound) dengan range 7.150-7.350 sektoral yang dapat diperhatikan Energy, Cement, dan Media,” kata Dimas Wahyu Analis Bahana Sekuritas.
PSAB Terbentuk Shooting Star berpotensi terjadi koreksi minor. Area beli terbaik pada range 95-105 dan stoploss jika Closing di bawah level 89.
MNCN Terbentuk Hammer berpotensi terjadi penguatan. Area beli terbaik pada range 358-370 dan stoploss jika Closing di bawah level 350.
MSKY Terbentuk Cup & Handle, menarik apabila berhasil terjadi Break Out. Area beli terbaik pada range 175-200 dan stoploss jika Closing di bawah level 160.
ITMG Berada di Bottoming Area berpotensi terjadi penguatan. Area beli terbaik pada range 25.750- 26.250 dan stoploss jika Closing di bawah level 25.450.
SMGR Berada di Bottoming Area berpotensi terjadi penguatan. Area beli terbaik pada range 6.000- 6.100 dan stoploss jika Closing di bawah level 5.850.
Related News
Tekanan Jual Belum Reda, IHSG Turun Tipis 0,26 Persen
IHSG Merosot ke Bawah Level 7.000, Waspada Lanjut ke 6.700
Rupiah dan IHSG Merosot Berbarengan, Mirae: Sinyal Risiko Meningkat
IHSG Melemah di Sesi I, Analis: Waspadai Tekanan Lanjutan
IHSG Sesi I Susut 0,29 Persen, 8 Sektor Seret ke 6.969
Pemerintah Targetkan Pengadaan 1 Juta Ton Jagung Pada 2026





