EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Kamis, 21 Mei 2026 dengan menguat 52,98 poin atau 0,84 persen ke level 6.371,48.

Berdasarkan data RTI Business, IHSG dibuka di 6.366,48 dan 16 menit berselang IHSG makin menjorok sedalam 1 persen lebih di 6.254,06 serta terendah 6.325,85. Volume transaksi tercatat 2,67 miliar saham dengan nilai turnover Rp1,53 triliun. Sebanyak 309 saham menguat, 197 saham melemah, dan 177 saham stagnan.

Penguatan pagi ini terjadi setelah IHSG ditutup melemah 0,82 persen ke 6.318,50 pada perdagangan sebelumnya. Market commentary Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Daniel Widjaja, menyebut pelemahan kemarin dipicu kejutan Bank Indonesia yang menaikkan BI Rate 50 bps ke 5,25 persen pada RDG 19–20 Mei 2026.

“Pasar mencemaskan dampak suku bunga tinggi terhadap perbankan, properti, otomotif, dan permintaan domestik,” ujar Daniel.

Kenaikan agresif BI dilakukan merespons tekanan rupiah yang sempat menyentuh Rp17.700 per dolar AS.

Untuk hari ini, Daniel memproyeksikan IHSG berpotensi volatil dengan bias mixed-to-negatif. Tekanan datang dari potensi foreign outflow, risiko geopolitik AS–Iran yang bikin harga Brent tembus USD110–112 per barel, serta sentimen FOMC minutes. Penahan IHSG ada di yield SBN yang makin atraktif pasca kenaikan BI Rate.

Dari sisi teknikal, Senior Analyst Mirae Asset Muhammad Nafan Aji melihat IHSG berusaha rebound.

“Support di 6.157 dan 6.081, resistance di 6.489 dan 6.590,” kata Nafan.

Asing kemarin masih catat net buy Rp249,21 miliar. Saham yang paling banyak diborong asing adalah BUMI, BMRI, ADRO, TINS, dan MBMA. Sementara yang paling banyak dilepas BBCA, BBRI, TPIA, AMMN, dan DSSA.