IHSG Dibuka Tergelincir ke 6.960, Ambles 23,8 Persen dari Puncak 2026
Ilustrasi papan merah IHSG. Foto: EmitenNews.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada awal pekan dan langsung memperpanjang tren koreksi sejak meninggalkan level tertinggi awal tahun.
Pada perdagangan Senin (30/3/2026) pagi, IHSG dibuka turun 1,08 persen atau 76,53 poin ke level 7.020,53. 9 menit berselang, tekanan kian dalam dengan pelemahan mencapai 1,93 persen ke posisi 6.960,16.
Pergerakan ini terjadi di tengah dominasi saham turun, dengan 251 saham melemah, 161 saham menguat, dan 546 lainnya flat. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp404,2 miliar, melibatkan 341,2 juta saham dalam 53.920 kali transaksi.
Jika ditarik dari posisi puncaknya di 9.134,7 pada 20 Januari 2026, IHSG kini telah terkoreksi sekitar 23,80 persen.
Tekanan pasar ini, menurut riset harian Mirae Asset Sekuritas Indonesia yang disusun oleh Rully Arya Wisnubroto, dipicu oleh derasnya arus keluar dana asing serta sentimen global yang masih cenderung risk-off.
Dalam laporan tersebut disebutkan, investor asing mencatatkan net sell sekitar Rp1,8 triliun, dengan tekanan terkonsentrasi pada saham perbankan berkapitalisasi besar seperti BBCA, BBRI, BBNI, dan BMRI.
Selain itu, perkembangan konflik Iran dan pergerakan harga minyak disebut menjadi pemicu utama volatilitas jangka pendek. Sementara dari eksternal, pasar juga mencermati potensi sikap hawkish bank sentral Amerika Serikat yang berisiko mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan yield obligasi.
Secara teknikal, tim riset Mirae Asset menilai ruang pelemahan IHSG masih terbatas di tengah kondisi yang mulai oversold, dengan area support di kisaran 7.005 hingga 6.892 dan resistance di 7.222 hingga 7.482.
Adapun untuk strategi perdagangan, saham berbasis komoditas dan energi seperti ANTM serta saham energi jasa seperti ELSA masuk dalam daftar yang direkomendasikan untuk dicermati, seiring kondisi teknikal yang telah memasuki area jenuh jual. (*)
Related News
Panen Raya Meluas, Cadangan Beras Menuju 5 Juta Ton
Kerjasama Energi Salah Satu Agenda Lawatan Presiden ke Jepang
Kemenlu Tangkap Sinyal Positif Iran Soal Pelintasan Kapal RI di Hormuz
Wall Street Drop, Aksi Jual Sandera IHSG
Perang Tiada Akhir, IHSG Bergerak Sideways
IHSG Lanjut Koreksi, Serok Saham CUAN, DSNG, dan UNTR





