EmitenNews.com—Bursa AS, bursa saham Wall Street terkoreksi pada penutupan perdagangan di awal Agustus, setelah rilis data Manufacturing PMI Amerika yang sedikit melambat yakni pada level 52,8 dari sebelumnya 53. Hal ini menyebabkan kekhawatiran pelaku pasar akan pemulihan ekonomi AS kedepan. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) (-0.14%), S&P 500  (-0.28%) dan Nasdaq (-0.18%).

 

Indeks Eropa, ditutup melemah pada penutupan Senin (1/8) waktu setempat, setelah rilis data Manufacturing PMI Zona Eropa yang menurun dari level 52.1 menjadi 49.3. Penurunan kegiatan manufacturing ini dikhawatirkan akan menghambat pertumbuhan ekonomi di Zona Eropa. Indeks DAX (-0.03%), FTSE 100 (-0.13%), dan CAC 40 (-0.18%). 

 

Bursa Asia, kompak menguat pada perdagangan Senin (1/8) didorong peningkatan aktivitas sector jasa di China yang masih tumbuh meskipun dibayangi perlambatan sektor manufaktur. China’s Non-Manufacturing Purchasing Managers Index bulan Juli berada pada level 53.8 dari sebelumnya 54.7 di bulan Juni. Indeks NIKKEI (+0.69%%), Hang Seng (+0.05%), Shanghai (+0.21%) dan KOSPI (+0.03%). 

 

Komoditas, harga minyak mentah melemah setelah rilis data PMI AS, Eropa, dan China yang menunjukkan perlambatan dikhawatirkan akan mengurangi permintaan. Pelaku pasar juga menanti pertemuan OPEC+ terkait penyesuaian pasokkan minyak mentah dunia. minyak WTI USD 93.87 (-0.09%), dan Brent USD100 (-3.97%)

 

Inflasi Juli 2022 Indonesia 0.64%. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi pada Juli 2022 sebesar 0.64% (+4.94% YoY), lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang mencapai 0.61% (MoM). Komoditas yang menjadi penyebab utamanya berasal dari cabai merah, bawang merah, dan cabai rawit

 

Ekonomi Inggris Diprediksi Akan Melambat. Ekonomi Inggris diproyeksi tidak akan tumbuh dalam tiga bulan ke depan sebagai dampak kenaikan harga yang menekan konsumsi.. Bank of England (BoE) diprediksi akan naikkan bunga acuan menjadi 1,75% pekan ini untuk menjinakkan inflasi yang sudah di level 9,4%.

 

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Senin (01/08) ditutup menguat 17.66 poin atau 0.25% pada level 6968. Penguatan ini didorong rilis data Inflasi Indonesia, dimana Core Inflasi masih terjaga dibawah 3%. Selain itu data PMI Indonesia bulan Juli tumbuh berada pada level 51,3 dari sebelumnya 50.2. Secara Teknikal IHSG diperkirakan akan bergerak dalam range 6800-7100, kata Dimas Analis Bahana Sekuritas, Selasa (2/8/2022).

 

ANTM (BUY) Penutupan Senin pada level 2080(+6.39%) Terbentuk White Crossing melanjutkan penguatan menuju Target 2280 Area beli terbaik pada range 2030-2050 Stoploss jika Closing di bawah Level 2000

 

ASSA (BUY) Penutupan Senin pada level 1715 ( +2.69%) Terbentuk Bullish Harami berpotensi Rebound menuju Target Price  1800 Area beli terbaik pada range 1680-1700  Stoploss jika Closing di bawah level 1670