IHSG Diperkirakan Bergerak di Kisaran 6.650-6.755, Cermati Saham Berikut
EmitenNews.com - Indeks di bursa Wall Street ditutup mixed, dimana indeks Dow Jones ditutup melemah tipis. Sedangkan indeks Dow Jones dan Nasdaq Composite ditutup menguat dipicu oleh kenaikan saham sektor teknologi.
Data pengeluaran konsumen pada bulan Oktober mengalami kenaikan lebih besar dari perkiraan. Belanja konsumen meningkat 1,3%, setelah bulan September tumbuh 0,6%.
Indeks PCE price yang merupakan indikator inflasi bagi The Fed, juga mengalami kenaikan. Indeks PCE di luar makanan dan energi mengalami kenaikan 4,1%, lebih tinggi dari bulan September yang sebesar 3,7%.
Dalam FOMC minutes beberapa pejabat The Fed menyatakan terbuka untuk mempercepat pengurangan pembelian obligasi dan menaikkan suku bunga jika inflasi masih tinggi.
Data initial claims pekan lalu menunjukkan penurunan menjadi 199 ribu dari pekan sebelumnya 270 ribu. Data PDB AS pada triwulan III direvisi lebih tinggi menjadi 2,1% dari estimasi sebelumnya 2%. Bursa Wall Street akan tutup pada hari Kamis karena libur Thanksgiving dan akan ditutup lebih awal pada perdagangan Jumat.
IHSG pada perdagangan Rabu 24 November 2021 ditutup menguat 0,08% pada level 6683. Saham sektor energi membukukan kenaikan terbesar. Sedangkan saham sektor teknologi mengalami koreksi terbesar. Investor asing net buy Rp420,68 miliar, termasuk termasuk transaksi di pasar negosiasi atas saham DNET dan MEGA.
Pada perdagangan hari ini Waterfront Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran support 6650/6610 dan resistance 6720/6755. Adapun saham yang direkomendasikan adalah BBCA, PGAS, ARTO, TINS, KLBF, dan AKRA.(fj)
Related News
IHSG Sepekan Menghijau, Tapi Risiko Masih Mengintai
Awal 2026, BTN Rajai Penyaluran KPR Sejahtera FLPP
Produksi Jagung Pangan Untuk Industri Digenjot, Targetnya 18 Juta Ton
Wamenkeu: Tarif Layanan Seharusnya Bukan Fokus Cari Untung
Aset Perbankan Syariah Capai Angka Tertinggi Sepanjang Masa
Sektor Halal Value Chain Tumbuh 6,2 Persen Pada 2025





