EmitenNews.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis 10 Februari 2022 ditutup melemah 0,16% ke level 6.823. Saham sektor teknologi mencatatkan koreksi terbesar, sedangkan saham sektor basic materials membukukan penguatan terbesar. Investor asing net buy Rp1,732 triliun.


Pada perdagangan hari ini Waterfront Sekuritas memprediksi IHSG bergerak pada kisaran support 6780/6750 dan resistance 6900/6950. Saham yang diunggulkan adalah TLKM, BMRI, BBNI, ANTM, TINS, INCO, UNTR.


"Perlu diwaspadai potensi depresiasi rupiah akibat kenaikan suku bunga The Fed yang diperkirakan lebih agresif dari perkiraan sebelumnya," kata analisnya, Ratna Lim.


Indeks di bursa Wall Street semalam ditutup melemah signifikan akibat data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan. Sehingga memicu kenaikan yield obligasi pemerintah AS dengan tenor 10 tahun di atas level 2% dan mendorong tekanan jual pada saham.


Data inflasi AS bulan Januari 2022 tercatat sebesar 7,5% yoy. Level tertinggi sejak Februari 1982 dan di atas estimasi.


Percepatan kenaikan laju inflasi masih disebabkan oleh kenaikan harga energi, kekurangan tenaga kerja, gangguan jaringan suplay bahan baku serta kenaikan permintaan. Inflasi inti di luar energi dan makanan tercatat sebesar 6%, tertinggi sejak Agustus 1982.


Indeks Wall Street bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan, dimana sebelumnya ketiga indeks utama tersebut sempat berada di teritori positif. Akhirnya indeks ditutup melemah karena kekhawatiran pasar bahwa The Fed akan melakukan pengetatan moneter secara agresif untuk meredam kenaikan laju inflasi.


Yield obligasi pemerintah AS dengan tenor 2 tahun juga mengalami kenaikan sebesar 26 basis poin, yang merupakan kenaikan terbesar harian sejak tahun 2009.


Menambah sentimen negatif, Presiden The Fed St.Louis menyatakan terbuka untuk kenaikan suku bunga sebesar 0,50% pada bulan Maret dan kenaikan sebesar 1% pada bulan Juli 2022.


Pasar juga mengantisipasi akan kenaikan suku bunga The Fed sebanyak tujuh kali pada tahun ini, yang berarti The Fed akan menaikkan suku bunga di setiap pertemuan hingga akhir tahun ini. Kenaikan suku bunga The Fed yang agresif dikhawatirkan akan membuat pertumbuhan ekonomi tidak secepat perkiraan sebelumnya.(fj)