IHSG Diprediksi di Rentang 7300-7390, Saham BUMN Masih Diunggulkan
perdagangan saham
EmitenNews.com - Indeks di bursa Wall Street pada akhir pekan lalu ditutup menguat. Indeks Dow Jones sempat mencapai rekor tertinggi baru dan ditutup di atas level 40.000, yang antara lain dikontribusikan oleh penguatan pada saham Home Depot dan Caterpillar seiring dengan meningkatnya minat beli investor di luar saham sektor teknologi.
Sentimen positif masih berasal dari harapan The Fed akan menurunkan suku bunga pada tahun ini seiring dengan inflasi yang melambat.
Sementara itu earning season triwulan II/2024 telah dimulai dengan dirilisnya laporan keuangan JP Morgan dan Citigroup yang di atas estimasi pasar, meskipun demikian kedua saham tersebut ditutup melemah.
Inflasi di sektor produsen bulan Juni juga di atas estimasi. Indeks PPI Juni naik 0,2% mom dan 2,6% yoy. Untuk indeks PPI bulan Mei juga direvisi naik.
Data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini diantaranya retail sales, building permits, housing starts dan initial claims. Dari domestik akan dirilis data neraca perdagangan dan hasil Rapat Dewan Gubernur BI.
IHSG pada perdagangan Jumat 12 Juli 2024 ditutup menguat 0,37% pada level 7327. Saham sektor properti membukukan penguatan terbesar, sedangkan saham sektor teknologi mengalami pelemahan terbesar. Investor asing mencatatkan net buy Rp1,24 triliun termasuk transaksi di pasar non regular.
Waterfront Sekuritas memperkirakan pada perdagangan hari ini IHSG akan bergerak pada kisaran support 7300/7270 dan resistance 7360/7390. Sejumlah saham BUMN masih menjadi menjadi pilihan, di antaranya BMRI, BBNI, TLKM, ANTM, TINS, JSMR, PTPP, serta BSDE, CPIN, dan MYOR.(*)
Related News
Bos BEI Sebut Ada Dua IPO Lighthouse di Awal 2026, Siapa Saja?
Beda Nasib Dua Saham Penghuni Terlama Papan Pemantauan Khusus
Melihat Lagi Gerak DCII dan DSSA, Saham dengan Harga Tertinggi per Lot
Ungguli Bursa Malaysia, IHSG Terbaik Ketiga ASEANĀ
POPSI Khawatir Kenaikan Pungutan Ekspor Lemahkan Daya Saing Sawit RI
TKDN Industri Hulu Migas Hingga 2025 Setara Rp388 Triliun





