IHSG Diproyeksikan Menguat, Bahana Jagokan JPFA, ELSA, AKRA dan DOID
EmitenNews.com—Pada perdagangan Senin (23/1), Bursa saham Wallstreet ditutup menguat didorong musim rilis laporan keuangan dan sikap The Fed yang diprediksi kembali menaikkan suku bunga melandai. Bursa saham Asia utama seperti Shanghai, Hang Seng, Kospi, dan Straits Times ditutup libur.
Sementara itu bursa saham Nikkei menguat +1.33% didorong oleh sikap Dovish BOJ dan reopening China yang diharapkan mampu mendorong pemulihan ekonomi dikawasan Asia.
Harga minyak mentah ditutup mixed bertahan diatas level $80 per barrel didorong optimisme peningkatan permintaan China. IHSG ditutup menguat pada perdagangan Jumat (20/1), penguatan ditopang oleh IDXENER (+2.44%), IDXINDUS (+0.98%), dan IDXFIN (+0.47%). Investor Asing mencatatkan Nett Buy sebesar Rp 331 Milyar.
Menurut Dimas Wahyu Analis Bahana Sekuritas menyebut, diperkirakan hari ini Selasa (24/1) IHSG berpotensi menguat dengan range 6750-7000, saham sektoral yang dapat diperhatikan Energy, Poultry, dan Healthcare.
JPFA Berhasil Rebound dari Bottoming Area berpotensi melanjutkan penguatan Area beli terbaik pada 1300-1320 Stoploss jika Closing di bawah level 1290.
ELSA Dalam fase Riding berpotensi melanjutkan penguatan Area beli terbaik pada range 316-320 Stoploss jika Closing di bawah level 314.
AKRA Terbentuk Hammer berpotensi melanjutkan penguatan Area beli terbaik pada range 1300- 1350 Stoploss jika Closing di bawah level 1290.
KAEF Terbentuk Break Out Falling Wedge berpotensi melanjutkan penguatan Area beli terbaik pada range 1150- 1180 Trailing Stop jika Closing di bawah level 1135.
DOID Terbentuk Doji berpotensi melanjutkan penguatan Area beli terbaik pada range 296-310 Stoploss jika Closing di bawah level 290.
Related News
Bos BEI Sebut Ada Dua IPO Lighthouse di Awal 2026, Siapa Saja?
Beda Nasib Dua Saham Penghuni Terlama Papan Pemantauan Khusus
Melihat Lagi Gerak DCII dan DSSA, Saham dengan Harga Tertinggi per Lot
Ungguli Bursa Malaysia, IHSG Terbaik Ketiga ASEANĀ
POPSI Khawatir Kenaikan Pungutan Ekspor Lemahkan Daya Saing Sawit RI
TKDN Industri Hulu Migas Hingga 2025 Setara Rp388 Triliun





