IHSG Diramal Melemah, Pantau 5 Saham Pilihan Untuk Trading Hari Ini
:
0
EmitenNews.com -Pada perdagangan Selasa (6/2), Bursa Wallstreet ditutup menguat didorong musim rilis laporan pendapatan perusahaan-perusahaan yang tumbuh lebih kuat. Bursa saham Asia ditutup mayoritas menguat setelah pemerintah China melalui Sovereign Fund melakukan pembelian di bursa saham.
Harga minyak mentah ditutup menguat setelah Departemen Energi AS mengatakan bahwa produksi minyak mentah AS diperkirakan berkurang menjadi 170000 bpd dari sebelumnya 290000 bpd.
IHSG ditutup melemah pada perdagangan Selasa (6/2), saham penopang indeks BREN (+8.2%), BBRI (+0.9%), BBCA (+0.5%), ASII (+1.4%), CUAN (+8.4%) dan BMRI (+0.4%). Asing mencatatkan Nett Buy 764 Milyar.
“Diperkirakan hari ini Rabu (7/2) IHSG berpotensi melemah dengan range 7100-7300 sektoral yang dapat diperhatikan Energy, Renewable Energy, dan Technology,” kata Dimas Wahyu Analis Bahana Sekuritas.
KEEN Terbentuk Rounding Bottom berpotensi melanjutkan penguatan. Area beli terbaik pada range 800-850 dan stoploss jika Closing di bawah level 730.
TCPI Berhasil Rebound dari Bottoming Area berpotensi melanjutkan penguatan. Area beli terbaik pada range 7250- 7500 dan stoploss jika Closing di bawah level 6800.
GOTO Terbentuk Doji berpotensi terjadi penguatan. Area beli terbaik pada range 80-85 dan stoploss jika Closing di bawah level 77.
AKRA • Terbentuk Three Inside Up melanjutkan terjadi penguatan. Area beli terbaik pada range 1600- 1650 dan stoploss jika Closing di bawah level 1575.
MARK Terbentuk Rounding Bottom berpotensi melanjutkan penguatan. Area beli terbaik pada range 700-800 dan stoploss jika Closing di bawah level 675.
Related News
IHSG Jumat (3/7) Terbang 2,28 Persen, BBCA Kembali Dominasi Transaksi
XLSMART dan Kemenaker Sodorkan Future Ready, Targetnya ini
Sinarmas AM Luncurkan DPLK Digital Pertama di RI, Bidik AUM Rp150M
IHSG Siang (3/7) Lanjutkan Penguatan 2,46 Persen, Jajal Tembok 5.900
Dampingi Keluarga Indonesia, CIMB Niaga Perkuat Peran OCTO
Demi Modal Asing DPR Kebut RUU Pusat Finansial, Terapkan Hukum Khusus





