IHSG Diramal Menguat, Simak Rekomendasi INCO, INKP, TBIG, MDKA dan ASSA
EmitenNews.com—Pada perdagangan Jumat (30/9), Bursa saham Wallstreet ditutup melemah data Personal Consumption Expenditure (PCE) Price Index menunjukkan pelemahan menjadi 0.1% dari bulan sebelumnya sebesar 0.3% mengisyaratkan The Fed akan kembali agresif menaikkan suku bunga.
Bursa saham Asia mayoritas ditutup melemah, seiring pelemahan Wallstreet dimana data ekonomi AS menunjukkan pelemahan. Harga minyak mentah dunia ditutup melemah rilis data kenaikan inflasi Eropa dan sinyal kenaikan kembali suku bunga AS akan semakin melemahkan permintaan minyak mentah IHSG ditutup Rebound pada perdagangan Jumat (30/9), penopang penguatan IHSG saham Perbankan dan Telekomunikasi.
Investor asing melakukan pembelian bersih senilai Rp 236 Miliar. Diperkirakan hari ini Senin (3/10) IHSG berpotensi menguat dengan range 6925-7125, saham sektoral yang dapat diperhatikan diantaranya Perbankan, Telekomunikasi, Infrastruktur, dan Basic Industry, kata Dimas Wahyu Analis Bahana Sekuritas.
INCO Terbentuk Bullish Engulfing berpotensi terjadinya Rebound. Area beli terbaik pada range 6250-6350 Stoploss jika Closing di bawah level 6200.
TBIG Terbentuk Doji berpotensi bergerak Flat Area beli terbaik pada range 2780-2800 Stoploss jika Closing di bawah level 2750.
INKP Terbentuk Long Leg Doji berpotensi terjadinya Rebound Area beli terbaik pada range 8900-9000 Stoploss jika Closing di bawah level 8600.
MDKA Terbentuk Hammer berpotensi terjadinya Rebound Area beli terbaik pada range 3900-3950 Stoploss jika Closing di bawah level 3800.
ASSA Terbentuk Hammer berpotensi melanjutkan penguatan Area beli terbaik pada range 1250-1300 Stoploss jika Closing di bawah level 1200.
Related News
Produksi Jagung Pangan Untuk Industri Digenjot, Targetnya 18 Juta Ton
Wamenkeu: Tarif Layanan Seharusnya Bukan Fokus Cari Untung
Aset Perbankan Syariah Capai Angka Tertinggi Sepanjang Masa
Sektor Halal Value Chain Tumbuh 6,2 Persen Pada 2025
PTBA Targetkan Kapasitas Produksi 100 Juta Ton
Berlaku 2027, AHY: Kebijakan ODOL Tak Boleh Hanya Sasar Pengemudi





