EmitenNews.com - IHSG ditutup menguat pada perdagangan  kamis (4/11/21) sebesar +0,52% (+34,28 poin) menuju level 6.586,4 dengan nilai tranksaksi perdagangan 10,4 triliun dan investor asing membukukan nett buy sebesar 332 Miliar. 

 

Investor akan mencermati data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang rencananya akan diumumkan hari ini.  Bank Indonesia (BI) menyiapkan infrastruktur system pembayaran BI Fast Payment yang akan memangkas biaya transfer antar bank dari Rp 6500 menjadi 2500. Tarif ini akan berlaku untuk transaksi di semua kanal perbankan. Tahap awal focus untuk layanan transfer kredit individual. Kemudian diperluas secara bertahap mencakup layanan bulk credit, direct debit, dan request for payment. Nasabah bisa bertransaksi menggunakan BI Fast di berbagai instrument, namun belum tersedia di kanal ATM dan instrument UE pada tahap pertama. BI Fast ini akan memberikan masyarakat lebih banyak pilihan transfer.

 

Sementara untuk perkiraan laju IHSG di akhir pekan ini, berpotensi bergerak Mix menuju level area 6.550 - 6.646 dengan pertimbangan Indikator Moving Average pada posisi downtrend dan Indikator Stochastic menuju area oversell tekanan jual meningkat dan volume beli melemah Sehingga secara teknikal IHSG akan bergerak Mix, kata Indra Tedja Kusuma Analis Sucor Sekuritas, Jumat (5/11/2021).

 

Adapun untuk saat ini para investor ataupun traider dapat mencermati saham-saham seperti BBYB, MEDC, TINS, AMRT, BCIC dan ISSP sebagai bahan referensi pada perdagangan pada akhir pekan pertama bulan November ini.

 

BBYB Buy On Weakness dengan support di 1440 cutloss jika break di bawah 1420 Jika tidak break di bawah 1480 potensi naik ke 1540 - 1580 short term.