IHSG Ditutup Turun 0,66 Persen, TLKM, TPIA, AMRT Top Losers LQ45
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga penutupan perdagangan sore hari ini Rabu (2/11) melemah 0,52% atau 36,61 poin ke level 7.015,69.
Pelemahan IHSG dipicu penurunan tujuh indeks sektoral yakni Sektor perindustrian turun 1,29%. Sektor keuangan turun 0,56%. Sektor transportasi dan logistik turun 0,44%. Sektor infrastruktur turun 0,42%. Sektor barang konsumsi primer turun 0,38%. Sektor kesehatan melemah 0,30%. Sektor properti dan real estat turun 0,12%.
Total volume perdagangan saham hingga penutupan hari ini mencapai 21,4 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 13 triliun. Sebanyak 285 saham turun, 232 saham menguat dan 184 saham stagnan.
Top losers LQ45 hingga penutupan hari ini, Telkom Indonesia Tbk (TLKM) -4,52%, Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) -4,15% dan Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) -3,99%
Sedangkan Top gainers LQ45, GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) 5,98%, Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) 3,78% dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) 3,75%.
Saham-saham yang yang mengalami kenaikan harga diantaranya EDGE sebesar Rp500 menjadi Rp20.500 per lembar dan MASB sebesar Rp470 menjadi Rp3.990 per lembar serta SONA sebesar Rp430 menjadi Rp4.810 per lembar.
Saham-saham yang mengalami penurunan harga diantaranya UNTR sebesar Rp750 menjadi Rp30.700 per lembar dan NFCX sebesar Rp450 menjadi Rp11.425 per lembar serta INDR sebesar Rp450 menjadi Rp6.200 per lembar.
Saham-saham yang teraktif diperdagangkan diantaranya SQMI sebanyak 26.589 kali senilai Rp5,81 miliar kemudian TLKM sebanyak 24.380 kali senilai Rp803,9 miliar dan BUMI sebanyak 21.926 kali senilai Rp441,8 miliar.
Related News
IHSG Bangkit ke 8.322, Sektor Kesehatan dan Konsumer Pimpin Rebound
IHSG Sesi I Naik 0,6 Persen ke 8.330, Satu Sektor Drop!
Tanpa Sertifikasi, Makanan Impor AS Harus Dinyatakan Tidak Halal
Yakin DN Mampu, Impor Pick-Up dari India Untuk Kopdes MP Perlu Dikaji
RI Desak UE Segera Patuhi Putusan WTO Soal Sengketa Minyak Sawit
Buru Recurring Revenue Rp1,5 Triliun, Ini Tindakan Triniti Land Group





