EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat perdagangan kemarin, setelah sempat mengalami tekanan tajam dalam beberapa sesi sebelumnya. IHSG ditutup menguat 1,10% atau naik 67,104 poin ke level 6.162,045.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak cukup fluktuatif. Dibuka di level 6.065,626 dan sempat menyentuh titik terendah di 5.966,860 sebelum akhirnya berbalik menguat hingga menyentuh level tertinggi harian di 6.171,967.

Sebanyak 449 saham tercatat menguat, 251 saham melemah dan 118 saham stagnan.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta menilai secara teknikal IHSG sudah dalam kondisi extremely oversold berdasarkan indikator RSI. Mengingat IHSG telah berhasil menguji target “wave 5 / A alt.” dan membentuk pola bullish pin bar, diharapkan fase pelemahan terbatas mulai terjadi.

“Adapun peluang technical rebound dapat terjadi terutama pada saham-saham big caps yang sudah terkoreksi dalam,” ujar Nafan dalam keterangan tertulis, Senin (25/5).

Sektor energi dan komoditas masih berpotensi relatif kuat karena mendapat dukungan dan tingginya harga energi global.

Hal itu didorong sejumlah sentimen, di mana pelaku pasar merespons positif pernyataan Presiden Trump mengani kesepakatan perdamaian dengan Iran yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz.

Sementara itu, rupiah masih bergerak cukup rentan di level Rp17.717 per USD, meskipun Bank Indonesia sebelumnya telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 bps.

“Para investor cenderung wait and see melihat efektivitas intervensi BI dalam menstabilkan kurs. Di sisi lain dinamika arah industri dan kebijakan Danantara, memberikan pengaruh yang substansial terhadap sentimen pasar,” ungkapnya.

Adapun untuk pergerakan IHSG, Nafan memperkirakan area support di 6.081 dan 5.858, serta resistance di 6.252 dan 6.347. Sejumlah saham yang dapat dicermati pada perdagangan yaitu AKRA, BBTN dan INCO. (*)