EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Jumat, 10 April 2026 naik 2,07 persen atau 150,91 poin menjadi 7.458. Angka itu, menunjukkan kenaikan beruntun sejak Kamis. Secara year to date, hingga 10 April 2026, indeks terkoreksi 14,74 persen atau 1.289 poin.

Kepala Investment Banking Semesta Indovest Sekuritas, Kerry Rusli mengatakan, saat ini investor masih menantikan pengumuman rotasi emiten Indonesia di indeks MSCI (Morgan Stanley Capital International) pada Mei 2026 mendatang.

Kerry berpendapat, fluktuasi indeks yang terjadi merupakan siklus yang selalu terjadi. Kendati demikian, peluang rebound ke zona hijau masih besar. Di samping itu, perang dan konflik geopolitik global masih turut memengaruhi volatilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).

“Melihat kondisi politik global, ekonomi, semuanya mudah-mudahan juga akan selesai perangnya, supaya minat masyarakat terhadap ekonomi juga bisa bergerak lagi dengan baik,” tutur Kerry di Mainhall BEI, Jumat, 10 April 2026.

Sementara itu, menurut pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, nilai tukar rupiah terhadap US Dolar diperkirakan masih fluktuatif dengan ditutup melemah di rentang Rp17.110-Rp17.160 pekan depan.

Sejumlah kondisi turut mempengaruhi pelemahan di antaranya, kesepakatan gencatan senjata AS-Iran rapuh, imbas serangan Israel ke Lebanon. “Iran dan AS sepakat gencatan senjata dua minggu, tetapi pertempuran masih terjadi setelah pengumuman tersebut,” kata Ibrahim. (*)