IHSG Masih Tertekan
:
0
Petugas kebersihan tampak menyisir teras Bursa Efek Indonesia. Foto - Dok Emitennews
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin ditutup bervariasi mayoritas menguat. Itu ditopang rebound saham sektor teknologi usai mengalami tekanan jual pada Jumat pekan lalu. Beberapa saham sektor teknologi membukukan penguatan yaitu Intel 2,43 persen setelah JP Morgan menaikkan rekomendasi.
Lalu, Advance Micro Device surplus 1,76 persen, dan Micron Technology melejit 2,97 persen. Harga minyak mentah sejauh ini cukup mempengaruhi pergerakan indeks seiring relasi inflasi dan suku bunga acuan, ditutup bervariasi. Jenis WTI lanjut menguat 2,22 persen menjadi USD103,66 per barel, dan Bren turun 0,28 persen menjadi USD109,55 per barel.
Penguatan mayoritas indeks bursa Wall Street, dpeluncuran dua insiatif baru oleh BEI merespons pengumuman MSCI, lonjakan harga beberapa komoditas diprediksi menjadi sentimen positif pasar. Sementara itu, aksi jual investor asing, dan tekanan jual saham Bank BCA (BBCA) berpeluang menjadi katalis negatif indeks harga saham gabungan (IHSG).
So, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 4.870-4.740, dan resistance 5.120-5.250. Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor mengoleksi saham BTPN Syariah (BTPS), Adaro Andalan (AADI), Bukit Asam (PTBA), Astra Agro (AALI), Puradelta (DMAS), dan Alamtri Resources (ADRO). (*)
Related News
Allianz Indonesia Kembali Hadirkan Allianz MoveNow 2026
Perluas Pilihan Investasi, Sucor AM Hadirkan Reksa Dana di BCA
Tekanan Mereda, IHSG Berbalik Terbang 2,20% ke Atas Level 5.100!
IHSG Beroptensi Rebound
Perdagangan Selasa (20/10), Analis Cermati Saham-saham Berikut!
IHSG Selasa (20/10), Peluang Rebound Terbuka Asal Ini Terjadi





