IHSG Melemah ke 7.389, Sektor Energi Jadi Penekan Utama
Main hall Bursa Efek Indonesia
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (11/3/2026). Indeks terkoreksi 51,5 poin atau 0,69 persen ke level 7.389,39. Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak di rentang 7.380 hingga 7.527.
Pelemahan IHSG dipicu tekanan pada sejumlah sektor. Tercatat lima sektor berakhir di zona merah dengan penurunan terdalam terjadi pada sektor energi yang melemah 2,01 persen. Disusul sektor perindustrian turun 1,34 persen, infrastruktur 0,96 persen, barang konsumen non primer 0,56 persen, serta transportasi 0,35 persen.
Sementara, sektor-sektor masih mampu mencatat penguatan antara lain yaitu kesehatan naik 0,29 persen, barang konsumen primer menguat 0,27 persen, sektor properti dan real estate naik 0,17 persen, sementara sektor keuangan menguat tipis 0,03 persen.
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia tercatat mencapai 31,92 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp15,13 triliun.
Pergerakan saham didominasi penurunan dengan 366 saham melemah, 312 saham menguat, dan 139 saham stagnan.
Sejumlah saham yang mencatat kenaikan harga di antaranya SINI yang melonjak Rp975 menjadi Rp10.775 per saham, UANG naik Rp860 menjadi Rp4.310 per saham, serta BYAN yang menguat Rp650 menjadi Rp12.900 per saham.
Sementara itu, saham yang mengalami penurunan harga antara lain MLPT yang turun Rp2.325 menjadi Rp19.125 per saham, ITMG melemah Rp1.775 menjadi Rp26.250 per saham, serta POLU yang terkoreksi Rp1.500 menjadi Rp15.100 per saham.
Adapun saham yang paling aktif diperdagangkan dipimpin oleh BUMI dengan frekuensi transaksi 66.940 kali senilai Rp696 miliar. Disusul YELO sebanyak 53.315 kali transaksi senilai Rp132 miliar dan BBCA dengan 42.688 kali transaksi senilai Rp633 miliar.
Related News
DPR, OJK, dan BEI Sorot Tantangan Likuiditas Pasar Modal di Forum IRF
Saham Tambang Rontok, IHSG Sesi I (11/3) Melemah Tipis ke 7.437
Analis Sebut Sektor-Sektor Ini Booming Imbas Perang Timteng, Apa Saja?
Adaptif! KISI Siapkan 4 Keunggulan di Satu Aplikasi
Transparansi dan Reformasi Pasar Modal Butuh Komunikasi Erat
Menperin: Ramadan-Idulfitri Momentum Dongkrak Industri Halal





